Jumat, 06 Mei 2016

Chapter 8 Life Story

Murid Baru Yang Mengejutkan
Intan pun mendekati semak2 tersebut
Intan: "(Kaget) ?!"
Sebastian: "Intan, ada apa ?!"
Sebastian, Dicky, dan Rico pun mendekati Intan
Intan: "Ini kan ?!"
Sebastian, Dicky, Rico: "Topi satpam milik Pak Sandy...!"
Intan: "(Kaget) ini ?! Tidak mungkin !"
Dicky: "(Berkata dalam hati) lagi2.. apakah ini perbuatan Iblis sialan itu ?!"
Rico: "Siall...! Apa yg terjadi dengan Pak Sandy ?!"
Sebastian: "Apa yg harus kita lakukan sekarang ?! Sekarang Pak Sandy telah menghilang !"
Rico: "Apakah ini perbuatan Iblis sialan itu lagi ?! Siall...!"
Intan: "(Gemetar) mu..mungkin saja Co..!"
Sebastian: "Kalo menurutku tidak mungkin ini perbuatan Iblis itu..!"
Dicky: "Bagaimana kamu bisa seyakin itu Bas ?!"
Sebastian: "Iya, aku yakin karena (flashback)"
Skull: "Darah ?! Darah siapa itu ? (Mendekati genangan darah itu) sepertinya tadi ada seseorang yg menguping pembicaraanku ! Jika kulihat baik2 darah ini masuk ke ruangan sebelah. Lebih baik aku kesana ! (Mengikuti jejak darah tersebut dan menuju kelas sebelah)"
Sebastian: "(Berkata dalam hati) gawat ! Dia menuju kesini. Aku harus bagaimana !"
Skull pun semakin mendekati ruangan tersebut
Sebastian: "(Berkata dalam hati) sial Apa yg harus kulakukan !"
Skull pun semakin dekat
Sebastian: "(Berkata dalam hati) sial..! Tidak ada cara lain lagi selain melawannya jika dia berhasil menemukanku !"
Ketika Skull ingin membuka pintu ruangan tersebut tiba2 saja terjadi sesuatu
Skull: "(Bunyi bel dimensi lain) (takkk...takkk..takkkk) huh.. sudah benar2 habis ya waktuku (menghilang) (wusss...!)"
Sebastian: "(Kaget dan berkata dalam hati) su..suara itu..! Da..darimana asalnya, ba..bagaimana bisa di..dia menghilang... (kaget)"
(Kembali seperti semula)
Sebastian: "Jadi aku simpulkan, pasti ada orang lain lagi yg menculik Pak Sandy selain Iblis sialan itu"
Rico: "Hmmmm.. kalo dibilang ada benarnya juga sih kata Sebastian"
Dicky: "Jadi, sekarang lebih baik kita pulang dulu. Kasus ini kita lanjutkan besok saja disekolah. Jadi, sekarang topi milik Pak Sandy kita bawa dulu untuk sementara"
Rico: "Iya, kamu benar Dick.."
Sebastian: "Yaudah, sekarang kita pulang.. (mengambil topi Pak Sandy) (takk..)"
Intan: "Emmmm..."
Mereka pun pulang kerumah bersama2, namun ditempat lain terjadi sesuatu yg tidak terduga
Pak Sandy: "(Terbangun dari pingsannya) uh... (kaget) a..apa2an ini ?! Lepaskan aku..!"
?: "(Tertawa kecil) Rupanya kamu sudah bangun ya, Pak tua..! (Berbicara ditempat gelap)"
Pak Sandy: "Siapa kamu ?!"
?: (Tertawa kecil) gahaha.. aku adalah... (menunjukkan dirinya yg sebenarnya)"
Pak Sandy: "(Kaget) ka... kauu...!!"
?: "(Tertawa kecil) gahahaha.."
Latar pindah ke mereka berempat
Rico: "Teman2. Aku merasa ganjil dengan hilangnya Pak Sandy"
Sebastian: "Memangnya ganjil kenapa Co ?!"
Rico: "Iya, aku merasa ada yg aneh"
Dicky: "Sudahlah Co, besok kita bicarakan lagi disekolahan. Jadi untuk sekarang, kita istirahat dulu sejenak karna waktu sudah hampir menjelang pagi"
Rico: "Iya"
Mereka pun berjalan terus hingga sampai pada rumah mereka. Lalu waktu pun menunjukkan pukul 06:00 pagi hari
(Bunyi jam weker)
Rico: "(Melihat jam weker dan kaget) siall...! aku kesiangan...! (Bangun lalu pergi menuju kamar mandi)"
Sebastian: "Uh... kamu sudah bangun Co ?!"
Rico: "Hah, cepat sekali Bas. Kamu sudah bangun duluan, lalu sudah mandi"
Sebastian: "Hah, iya. Cepat mandi sana..!"
Rico: "Iya (menuju kamar mandi)"
Rico pun mandi. Waktu pun berlalu, lalu mereka pun berangkat sekolah
Sebastian: "Co. Kamu merasa ada yg janggal tidak dengan hilangnya Pak Sandy ?"
Rico: "Aku merasa ada yg janggal juga, lagipula jika Pak Sandy diserang dari belakang oleh musuhnya maka topinya akan terjatuh dan tidak ada bercak darah sedikitpun"
Sebastian: "Hmmmm.. benar juga apa kata2mu Co"
Rico: "Iya. Nanti kita bicarakan lagi saja disekolah bersama Intan dan Dicky"
Sebastian: "Iya"
Akhirnya mereka pun sampai disekolah
(Suara bel sekolah) (tengg..tengg)
Rico dan Sebastian pun berlari buru2 menuju ruang kelas
Rico: "Cepat Bas, cepat..! Jangan2 kelas sudah dimulai..!"
Sebastian: "Iya Co, kita harus cepat..!"
Akhirnya mereka berdua pun sampai dikelas
Rico: "(Nafas tergesa2 dan berteriak) apakah aku terlambat ?! (Suara dobrakan pintu) (duakkk..!)"
Suasana kelas pun menjadi sunyi
Sebastian: "(Nafas tergesa2)"
Intan: "Kalian ?! (Bangun dan mendekati Rico dan Sebastian) kenapa kalian tergesa2 begitu ?"
Rico: "(Malu) a..aku takut kita berdua terlambat masuk"
Sebastian: "(Nafas terengah2)"
Intan: "Sudahlah, sekarang kalian masuk. Tapi sekarang aku juga ingin kalian berdua tidak terlambat lagi, oke (mengedipkan sebelah matanya)"
Rico: "I.. iya"
Intan: "(Tersenyum)"
Mereka pun masuk kelas, lalu menjelang beberapa menit guru mereka pun masuk kelas
Bu Sinta: "(Berjalan menuju meja guru) (tapp..tapp..tapp) (menaruh beberapa buku dimejanya) (duduk) (dugg..!) Anak2 hari ini kelas kita kedatangan teman baru"
Semua murid pun berbicara
Semua murid: "Hah.. anak baru, siapa dia ? Laki2 atau perempuan ya ?"
Bu Sinta: "Semuanya sudah diam. Nah sekarang kamu boleh masuk"
?: "Cih..! (Masuk kelas)"
Semua murid pun terkagum2 kecuali Rico dan Sebastian
Murid: "Wahh... tampan sekali.. (mata kagum) ini seperti disurga saja (tertawa kecil) hihihi"
Rico: "Cihh.. tampan darimana..! Menurutmu dia itu bagaimana Bas ?"
Sebastian: "(Wajah bosan) biasa2 saja. Padahal aku kan ingin anak barunya itu perempuan (wajah mesum)"
Rico: "Kenapa kamu mengiginkan itu bodoh..! (Menepuk kepala Sebastian)"
Sebastian: "Duh..duhh... (tertawa kecil) jahaha.. karna aku ini penggila wanita !"
Rico: "Dasar bodoh..! (Menepuk kepala Sebastian)"
Bu Sinta: "Sudah kalian semua harap diam. Sekarang perkenalkan dirimu"
Angga: "Perkenalkan namaku Angga P. Devil, aku biasa dipanggil Angga. Senang berkenalan dengan kalian"
Rico: "P. Devil ? Apa2an nama itu ?!"
Sebastian: "Devil..?! (Berpikir tentang Iblis) namanya seperti Iblis saja"
Bu Sinta: "Nah, sekarang kamu silakan duduk disebelah Intan"
Angga: "Iya"
Intan: "(Kaget dan malu2) uh...!"
Angga: "(Duduk)"
Intan: "(Berkata dalam hati) di..dia tampan sekali (kagum)"
Angga: "Uh.. ada apa kamu melihatiku seperti itu ?!"
Intan: "(Kaget) uh. Tidak2 tidak apa2 Kok (malu2 dan muka memerah)"
Sebastian: "Co. Sikapnya Intan aneh sekali semenjak anak baru itu duduk dengan dia"
Rico: "Hah. Mana aku tau, apa jangan2 kamu cemburu yaa..! (Meledek)"
Sebastian: "Dih.. apa2an..! Sudahlah sekarang kita perhatikan bu Sinta mengajar"
Rico: "Ciee..cie.. (meledek)"
Sebastian: "!!!"
Mereka pun mulai mengikuti pelajaran Bu Sinta, waktu pun berlalu. Lalu bel istirahat pun berbunyi
(Tengg..tengg..tengg)
Rico: "Kita istirahat yuk Bas"
Sebastian: "Iya"
Sementara itu..
Intan: "Uh.. anu.. kamu mau tidak istirahat bareng aku"
Angga: "(Nada cuek) tidak..! (Membuka buku novel)
Intan: "Umm.. yaudah (sedih)"
Sebastian: "(Jengkel) apa2an Intan itu..!"
Rico: "Intan, ayo kita istirahat..!"
Intan: "Mmm.."
Mereka pun pergi kekantin sekolah dan duduk dimeja makan bersama
Intan: "Dicky, mana ya ?!"
Rico: "Entah. Mungkin dia masih berada didalam kelas"
Beberapa saat kemudian Dicky pun datang
Sebastian: "Nah, itu dia si Dicky (bangun dan melambaikan tangannya) hey Dicky..! Kami disini !"
Dicky: "(Menuju meja makan mereka lalu duduk)"
Intan: "Hey Dicky, kamu tau tidak. Ada anak baru dikelas kami ?"
Dicky: "Huh, anak baru ? Siapa namanya ?!"
Intan: "Namanya adalah.."
Sebastian: "(Memotong pembicaraan) sudahlah Intan, kamu membuatku jengkel saja (jengkel)"
Dicky: "Huh ?!"
Rico: "Namanya adalah Angga P. Devil..."
Dicky: "(Kaget dan berkata dalam hati) Hah..! P... P... P. Devil ?! (Mengingat Skull kembali)"
Dicky pun mulai teringat kembali dengan Skull, ketika ia mendengar nama P. Devil
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya ?
Ikuti terus kisah Life Story Minggu depan...
Bersambung...

Sabtu, 23 April 2016

Chapter 7 Life Story

Ikatan Pertemanan
Rico: "(Mendekati jejak darah tersebut) (tappp...tappp...tappp)
Sebastian: "(Berkata dalam hati) sekarang..!"
Sebastian dan Rico pun saling menyergap
Rico: "(Kaget) kau...! (Menodongkan pisaunya ke lehernya Sebastian)"
Sebastian: "(Kaget) (Menodongkan pisaunya ke lehernya Rico)"
Intan: "!"
Rico: "Sebastian..! (Menjauhkan pisaunya dari leher Sebastian)"
Sebastian: "Uh... Rico (Menjauhkan pisaunya dari leher Rico)"
Intan: "(Senang) akhirnya kita bertemu lagi Sebastian"
Rico: "Sebastian..! Apa yg terjadi dengan lukamu itu ?!"
Sebastian: "Uh.. ini ?! (Melihat luka darah yg ada dipinggangnya) aku melakukannya karena keinginanku sendiri kok"
Rico: "Keinginanmu sendiri ?! Apa maksudnya ?!"
Sebastian: "Iya, karna tadi aku berniat ingin mengikuti Iblis itu, lalu tubuhku pun terdiam setelah kamu pingsan. Lalu aku pun mendengar suatu ocehan dia namun dengan suara kecil. Setelah aku mendengar perkataannya itu, aku pun membuat luka dipinggangku sendiri dengan cara. Menggores bagian perut pinggangku dengan pisau ! (flashback)"
Sebastian: "Ri...co..! Tu..tubuhku ! Tidak bisa bergerak..!"
Skull: "Cihhh.. anak yg hanya bisa berlagak saja ! Sia2 saja mereka melakukan ini. Karna hanya dirinya yg memutuskan akan pergi atau tidak !" "(Nada pelan) Karna aku akan menghancurkan dunia ini dan memanfaatkan anak itu, tunggu aku Di..cky !"
Sebastian: "(Kaget dan berkata dalam hati) Ja...jangan2 ada sesuatu yg aneh dengan Dicky ?!"
Skull: "(Menghilang) (wushhh !)"
Sebastian: "(Kaget dan berkata dalam hati)" di..dia menghilang..!" "Oiya dia kan Iblis. Sekarang apa yg harus aku lakukan saat ini ?! A..aku tidak bisa pergi meninggalkan Rico begitu saja, aku harus menulis sesuatu...! Tapi, bagaimana caranya ?!"
Sebastian pun berpikir bagaimana dia bisa menulis pesan
Sebastian: "Hanya cara ini yg bisa kulakukan. Dengan menggerakkan tubuhku perlahan2 saja aku pasti bisa (mengambil pisau) (membuka setengah bajunya dan berkata dalam hati) hanya ini yg bisa kulakukan..! Demi menulis sebuah pesan untukmu (melihat Rico yang sedang pingsan) Rico..! (Ahhhhh...!) (Crakkkk)"
Terlihat sebuah bayangan berkobar yg menunjukkan bahwa Sebastian sedang menggores pinggangnya sendiri
Sebastian: "(Darah bercucuran) (nafas terengah2) A.. aku harus bisa melakukannya, wa..walaupun keadaanku seperti i..ini (menuliskan sebuah pesan dengan darah) (tersenyum) (berkata dalam hati) selamat tinggal Rico. Sampai bertemu kembali (bangun dan pergi berjalan keluar perlahan2)"
(Kembali seperti semula)
Rico: "(Memukul Sebastian hingga terjatuh) (bukkk..!) (Marah) bodoh..! Apa yg kamu lakukan ?!"
Sebastian: "(Wajah menyesal)"
Intan: "(Sedih)"
Rico pun memukul2 Sebastian sambil berkata
Rico: "(Memukul2 Sebastian) (bukkk...bukkk) Bodoh. Apa yg kamu lakukan, jika terjadi sesuatu kepada dirimu bagaimana ?! Apakah ini yg disebut pengorbanan diri sendiri ?! (Bukkk...bukkk) pikirkan itu baik2..! Karna diriku tidak ingin kehilangan teman terbaikku..! (Berteriak)"
Intan: "Rico Hentikan..! (Memegang tangan Rico)"
Rico: "(Takkk) (Menoleh kebelakang) Apa yg kamu lakukan Intan ?!"
Sebastian: "(Sedih)"
Intan: "(Air mata berlinang) sudah hentikan..! Apakah dengan cara memukulnya seperti itu, lukanya Sebastian bisa sembuh ?! Tidak Co..! Hentikan semua ini..!"
Rico: "(Kesal) Cihhh.. baiklah, sekarang kamu obati dia"
Intan: "Hmmm.. (Mengobati Sebastian)"
Sebastian: "(Duduk)"
Intan: "(Mengobati Sebastian)"
Rico: "(Berdiri) Bas, dengarkan aku baik2. sebenarnya tidak ada salahnya kamu berkorban untuk orang lain, namun cara mu itu salah, karna Pengorbanan itu tidak harus menggunakan nyawa, melainkan bisa menggunakan seluruh kekuatan perasaanmu"
Sebastian: "(Menyesal) I..iya. Aku mengerti"
Rico: "(Tersenyum lebar) baguslah kalau kamu mengerti. Uh,, iya Tan. Ruang pengobatan Dicky disebelah mana ?"
Intan: "Di sebelah kelas ini Co"
Rico: "Oh..! Jadi disitu, setelah ini kita ke ruangan sebelah"
Intan: "Iya"
Intan: "Sudah selesai. Lebih baik kamu jangan kebanyakan bergerak dulu Bas"
Sebastian: "(Tersenyum) terima kasih Tan"
Intan: "Iya, sama2 (tersenyum) (bangun dan menuntun Sebastian)"
Rico: "Yoshhhh...! Sekarang kita temui Dicky. Kalian, lebih baik kalian rahasiakan ini kepada Dicky. Kita akan biarkan dulu dia ingin bertindak sejauh bagaimana"
Intan: "Hmmmm..."
Sebastian: "Baiklah, aku mengerti"
Rico: "Yoshhhh... ayo..!"
Intan dan Sebastian: "Iya..!"
Mereka pun menuju ruangan pengobatan Dicky
Intan: "(Membuka pintu) (cittt...)"
Dicky: "Uh.. kalian ya teman2. Sepertinya kalian terluka sangat parah"
Rico: "Uh.. luka kami bukanlah masalah, benar kan Sebastian ?"
Sebastian: "Uh.. iya"
Dicky: "(Bangun lalu berdiri) sudah jam segini ya (melihat jam tangan)"
Waktu pun menunjukkan pukul 1 malam
Dicky: "Teman2 sebaiknya kita pulang, karna sekarang aku sudah baik2 saja"
Rico: "Tapi. Bagaimana dengan tempat ini ? Karna tempat ini sudah hancur, bahkan ditempat kita bertarung tadi temboknya sudah hancur bahkan terbakar..!"
Dicky: "Hmmm.. abaikan saja dulu, jika penjaga sekolah ini bertanya tentang hal2 yg masuk akal seperti tempatnya hancur atau terbakar, maka..."
Sebastian: "Maka apa ?!"
Dicky: "Maka... anggap saja tidak terjadi apa2 (berjalan keluar) (tappp..tappp..tappp) teman2 sebaiknya kita pulang. Karna waktu sudah larut malam"
Rico: "(Kesal) baik. Sebastian, Intan ayo kita pulang. Jika penjaga itu bertanya hal2 yg masuk akal anggap saja tidak terjadi apa2"
Sebastian: "Baiklah"
Intan: "Iya"
Dicky: "Ayo (berjalan, berpikir, dan berkata dalam hati) kata2 yg dibicarakan makhluk itu sungguh sangat tidak masuk akal. (Flashback)"
Dicky pun mengingat kejadian yg lalu
(Suara decitan pintu) (citttt...!)
Dicky: "Apakah itu kamu Intan ?"
Skull: "Bukan..!"
Dicky: "(Kaget) ja..jangan2 itu kamu ! Iblis ?!"
Skull: "Iya, ini aku !"
Dicky: "(Ketakutan) Ma..mau apa kamu datang kesini ?!"
Skull: "Aku mau ingin berbicara sebentar denganmu dulu !"
Dicky: "! Berbicara ?!"
Skull: "Iya, aku ingin memberitaukanmu bahwa semua temanmu selamat namun mereka terluka sangat parah"
Dicky: "(Kaget)....! Jangan bercanda kau Iblis..! Tidak mungkin temanku dikalahkan olehmu begitu saja..!"
Skull: "Sekarang kamu perhatikan dan rasakan dijendela itu (menunjuk jendela) rasakan baik2, jika perasaanmu sudah terikat dengan perasaan teman2mu, pasti kamu bisa merasakannya"
Dicky pun merasakan apa yg dikatakan oleh Skull
Dicky: "(Kaget dan berkata dalam hati) perasaan ini... jangan2..! Seba-"
Skull pun berbicara kembali dengan Dicky
Skull: "Apakah sekarang kamu sudah merasakannya ?"
Dicky: "Cihh... ya, aku merasakannya namun hanya satu orang saja"
Skull: "Walaupun hanya satu orang seharusnya kamu bersyukur"
Dicky: "Bersyukur ?!"
Skull: "Iya, karna Perasaan seorang teman itu lebih kuat dibandingkan apapun"
Dicky: "Apa maksudmu ?"
Skull: "Ah.. tidak apa2, sekarang bagaimana dengan keputusanmu itu ?"
Dicky: "Oh itu (murung) baiklah akan kulakukan"
Skull: "Bagus jika kamu sudah mengerti, aku akan menunggumu didunia ku nanti ! Dan ingat kata2 tadi yg sudah kukatakan kepadamu"
Dicky: "Iya"
Skull: "Yasudah, aku akan menunggumu (berjalan keluar) (tappp...tappp)"
Dicky: "Iya"
Skull: "(Berhenti) ada satu hal lagi yg ingin kukatakan kembali kepadamu. Ingatlah ini baik2..! (Bisik2)"
Dicky: "(Kaget)"
Skull: "(Kembali berjalan) yaudah sampai jumpa kembali (membuka pintu) (cittt...) (menutup pintu) (duakkk)"
Dicky: "(Murung dan sedih)"
(Keadaan pun kembali seperti semula)
Rico: "Nah.. sekarang kita sudah hampir menuju pintu gerbang"
Intan: "Ummm.. teman2 aku kan sudah bilang jika kalo kita pulangnya tidak sampai larut malam (sedih)"
Sebastian: "Uhh, oiya. Maaf2 Intan, jika tidak ada kejadian tadi pasti kita sudah pulang"
Intan: "(Sedih) Ummm..."
Dicky: "(Bingung dan berkata dalam hati) perasaan yg terikat oleh teman2 ya"
Rico: "Uh.. Dicky, kenapa kamu diam saja daritadi ?"
Dicky: "Mm.. tidak ada apa2 Co.."
Rico: "Yaudah"
Mereka pun sampai dipintu gerbang
Sebastian: "Uh.. Pak Sandy dimana ?!"
Rico: "Entah... (masuk kepos satpam)"
Dicky: "Co, apakah dia ada didalam ?"
Rico: "(Keluar dari pos satpam) tidak, dia tidak ada didalam sana"
Intan: "Ummm.. anu, apakah terjadi sesuatu dengan Pak Sandy ?"
Sebastian: "Mmmm.."
Tiba2 saja semak2 yg ada dibelakang pos bergerak2
(Suara semak2) (srkkk..srkkk)
Sebastian: "Siapa itu ?!"
(srkkk..srkkk) (srkkk..srkkk)
Lalu seekor Kucing pun keluar dari situ
(Suara Kucing) (ngeonggg..!)
Rico: "?! (Tampang marah namun konyol) ternyata hanya Kucing..!"
Intan pun mendekati semak2 tersebut
Intan: "(Kaget) ?!"
Sebastian: "Intan, ada apa ?!"
Sebastian, Dicky, dan Rico pun mendekati Intan
Intan: "Ini kan ?!"
Sebastian, Dicky, Rico: "Topi satpam milik Pak Sandy...!"
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya ?
Pak Sandy pun menghilang tanpa jejak, dan yg tersisa hanya topinya saja. Apakah ada musuh yg lainnya lagi ?
Ikuti terus kisah Life Story Minggu depan...
Bersambung...

Minggu, 17 April 2016

Chapter 6 Life Story

Suara batu berjatuhan akibat Rico dipukul oleh Skull dengan sangat keras sehingga terpental menghancurkan tembok (takkk...takkk)
Skull: "Kalian semua... akan aku musnahkan..!"
Sebastian: "?!"
Suara reruntuhan (takkk..takkk)
Rico: "(Bangun pelan2 dan mengambil sebuah kertas dikantongnya) (clakkk) hanya ini. Senjata satu2nya yg aku punya saat ini (clakkk) aku pasti akan mengakhirinya !"
Skull: "(Tertawa) Hahaha..! Apa gunanya manusia didunia ini ?! Apa hanya untuk menjadi sampah saja ?!"
Sebastian: "Kau.. siall !!"
Rico: "(Tertawa kecil) hehehe... seharusnya kami yg bertanya, untuk apa sebuah roh datang kedunia ini dengan maksud jahat ?! Apakah itu yg namanya.. kematian yg tidak tenang !"
Skull: "Cihhh...! Akan aku akhiri semua ini ! (Mengeluarkan pedangnya) Murkalah ! Tarian pedang api !"
Rico: "(Berkata dalam hati) ?! Ce.. cepat sekali !"
Sebastian: "Ahhhh...!"
Skull pun menyerang Rico dan Sebastian secara membabi buta, seketika ruangan itu pun terbakar seketika oleh Skull
Rico: "(Lemas) kau... telah merusak tempat ini (pingsan)"
Sebastian: "Ri...co..! Tu..tubuhku ! Tidak bisa bergerak..!"
Rico pun pingsan dan Sebastian pun terdiam akibat serangan Skull
Skull: "Cihhh.. anak yg hanya bisa berlagak saja ! Sia2 saja mereka melakukan ini. Karna hanya dirinya yg memutuskan akan pergi atau tidak !"
Skull pun pergi dari tempat itu
Skull: "(Menghilang) (wushhh !)"
Tiba2 saja Intan pun datang menemui Rico dan Sebastian
Intan: "(Berlari) (tapp...tapp...tapp) (bergenti dan kaget) a.. apa yg terjadi ?! Ke..kenapa tempat ini terbakar ?! Rico.. mana Rico dan Sebastian ! (Berteriak) Rico..! Sebastian...! Dimana kalian ?!!! (Melihat Rico dan kaget) Rico !"
Intan: "(Membawa Rico kepinggir) Rico..! Bangunn..!"
Rico: "(Sadar dari pingsannya) ka..kamu ya Tan ?! (tersenyum) Se..Sebastian dimana ?!"
Intan: "Aku pun belum menemukannya (sedih) maafkan aku (sedih)"
Rico: "Tak apa Tan, nanti kita cari dia bersama. Lalu ba..bagaimana keadaannya si Dicky ?"
Intan: "(Kaget) ummm.. (sedih)"
Rico: "Uh.. ada apa Tan ? Kenapa kamu bersedih ?"
Intan: "Tak apa2 Co ! (Senyum palsu)"
Rico: "(Kaget dan berkata dalam hati) senyum itu, tidak seperti biasanya. Apakah Intan menyembunyikan sesuatu dari dalam hatinya ?"
Intan: "Ke..keadaannya Dicky baik2 saja Co, aku tadi sudah mengobati semua lukanya. Sekarang dia sedang berada di kelas PM1"
Rico: "Uh.. syukurlah"
Intan: "! Co, Sebastian mana ?!"
Rico: "Uh.. iya Sebastian (bangun) uh..."
Intan: "Pelan2 Co"
Rico: "(Berdiri) duhh..duhhh masih terasa sakit badanku akibat serangan Iblis sialan itu ! Tan, ayo kita cari Sebastian disekitar sini !"
Intan: "Iya Co !"
Rico dan Intan pun mencari sebastian, lalu mereka pun dikejutkan dengan sebuah tulisan ditembok dengan bertintakan darah
Sebastian: "(Tulisan ditembok) teman2 aku harap kalian dapat melihat pesan singkat ini. Aku pergi sebentar untuk mengikuti si Iblis sialan itu ! Jadi aku harap kalian tidak mengkhawatirkanku. Karna Iblis itu sedang mengincar salah satu dari teman kita !"
Intan: "(Kaget dan berkata dalam hati) apa jangan2...?!"
Sebastian: "(Lanjutan tulisan tembok) dan teman kita itu adalah Dicky"
Rico: "(Kaget) tidak mungkin !"
Intan: "(Sedih dan berkata dalam hati) su...sudah kuduga !"
Sebastian: "(Lanjutan tulisan tembok) oleh karena itu aku mengikuti Iblis tersebut dan ingin mencari tau sendiri, kenapa mereka ingin mengincar teman kita ! Lalu aku ingin kalian berdua mengawasi gerak gerik mencurigakan si Dicky. Salam dari ku semoga kalian baik2 saja. Sebastian"
Rico: "(Menangis) si...siall ! Kenapa jadi seperti ini !"
Intan: "(Sedih) sudahlah Co, ini semua sudah menimpa kita. Sekarang kita harus mengikuti kata2 Sebastian"
Rico: "Iya. Aku akan menuruti kata2 Sebastian yaitu, mengawasi Dicky !"
Intan: "Iya !"
Rico: "Tan, bawa aku menemui Dicky !"
Intan: "Baik Co !"
Intan dan Rico pun menemui Dicky, dilantai 2
(Suara decitan pintu) (citttt...!)
Dicky: "Apakah itu kamu Intan ?"
Skull: "Bukan..!"
Dicky: "(Kaget) ja..jangan2 itu kamu ! Iblis ?!"
Skull: "Iya, ini aku !"
Dicky: "(Ketakutan) Ma..mau apa kamu datang kesini ?!"
Skull: "Aku mau ingin berbicara sebentar denganmu dulu !"
Sebastian pun mengikuti Skull dari belakang dengan terpincang2 akibat luka yg dideritanya
Sebastian: "A.. aku harus bisa mengikutinya walaupun keadaanku seperti ini ! (Berhenti disebuah ruangan, dan bersembunyi diluar dari balik jendela) (napas terengah2)"
Sebastian pun mengintip secara perlahan dari balik jendela tersebut
Sebastian: "(Kaget dan berkata dalam hati) ke..kenapa dia menemui Dicky ?! (Kesakitan) aduhh...duhhh !"
Sebastian pun melihat Skull dan Dicky sedang membicarakan sesuatu. Latar pindah ke Rico dan Intan
Intan: "Co. Pelan2 sedikit (sedih)"
Rico: "I..iya Tan. (Melihat darah berceceran dilantai) Tan tunggu"
Intan: "Ada apa Co ?"
Rico: "Coba kamu lihat ke lantai ini !"
Intan: "(Kaget) da.. darah !"
Rico: "Iya, apa ini darahnya Sebastian ?!"
Intan: "Hmmm, mungkin saja Co (senang) jika begitu berarti Sebastian masih berada disekitar sini !"
Rico: "Bisa jadi, sekarang kita ikuti saja darah ini !"
Intan: "Iya Co, pelan2 Co"
Rico: "Iya Tan"
Rico dan Intan pun mengikuti jejak darah tersebut. Latar pindah ketempat Sebastian
Sebastian: "Duhh...duhhh, luka ini sakit sekali (kesakitan). Sekarang apa yg dibicarakan mereka berdua saat ini ?!"
Sebastian pun melihat pembicaraan penting mereka. Latar pindah ke Dicky
Dicky: "Baiklah, aku mengerti (murung)"
Skull: "Bagus jika kamu sudah mengerti, aku akan menunggumu didunia ku nanti ! Dan ingat kata2 tadi yg sudah kukatakan kepadamu"
Dicky: "Iya"
Skull: "Yasudah, aku akan menunggumu (berjalan keluar) (tappp...tappp)"
Dicky: "Iya"
Sebastian: "Lebih baik aku bersembunyi ke ruangan sebelah !"
Skull: "(Membuka pintu) (cittt) (berkata dalam hati) ada yg aneh tadi disekitar situ"
Sebastian: "(Mengintip dari balik pintu kelas sebelah) (berkata dalam.hati) dia.. gerak geriknya mencurigakan !"
Skull: "Waktuku tinggal sedikit lagi berada disini (menengok kesamping) uh.. itu !"
Skull pun melihat ada genangan darah dibawa jendela
Skull: "Darah ?! Darah siapa itu ? (Mendekati genangan darah itu) sepertinya tadi ada seseorang yg menguping pembicaraanku ! Jika kulihat baik2 darah ini masuk ke ruangan sebelah. Lebih baik aku kesana ! (Mengikuti jejak darah tersebut dan menuju kelas sebelah)"
Sebastian: "(Berkata dalam hati) gawat ! Dia menuju kesini. Aku harus bagaimana !"
Skull pun semakin mendekati ruangan tersebut
Sebastian: "(Berkata dalam hati) sial Apa yg harus kulakukan !"
Skull pun semakin dekat
Sebastian: "(Berkata dalam hati) sial..! Tidak ada cara lain lagi selain melawannya jika dia berhasil menemukanku !"
Ketika Skull ingin membuka pintu ruangan tersebut tiba2 saja terjadi sesuatu
Skull: "(Bunyi bel dimensi lain) takkk...takkk..takkkk) huh.. sudah benar2 habis ya waktuku (menghilang) (wusss...!)"
Sebastian: "(Kaget dan berkata dalam hati) su..suara itu..! Da..darimana asalnya, ba..bagaimana bisa di..dia menghilang... (kaget)"
Lalu Rico dan Intan pun datang
Intan: "Co lihat darah itu !"
Rico: "Iya Tan, darah itu mengarah kekelas PM2"
Intan: "Iya, lebih baik kita masuk ke ruangan itu Co !"
Rico: "Iya"
Rico dan Intan pun menuju ruangan itu dan membuka ruangan tersebut
Rico: "Lepaskan aku sebentar Tan"
Intan: "Iya (melepaskan Rico)"
Rico: "(Membuka pintu) (cittt...)"
Sebastian: "(Kaget) apa lagi ini ?!"
Rico pun dan Intan masuk kedalam ruangan tersebut, lalu dia pun bertemu dengan Sebastian
Rico: "(Masuk) gelap sekali ruangannya"
Sebastian: "(Berkata dalam hati) gawat..! Aku harus tetap waspada (mengambil pisau)"
Rico: "(Mendekati jejak darah tersebut) (tappp...tappp...tappp)
Sebastian: "(Berkata dalam hati) sekarang..!"
Sebastian dan Rico pun saling menyergap
Rico: "(Kaget) kau...! (Menodongkan pisaunya ke lehernya Sebastian)"
Sebastian: "(Kaget) (Menodongkan pisaunya ke lehernya Rico)"
Intan: "!"
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya.
Mereka pun bertemu lagi, lalu bagaimana dengan keadaan Dicky ?
Ikuti terus kisah Life Story Minggu depan...
Bersambung...

Minggu, 03 April 2016

Chapter 5 Life Story

Rico: "Ti... tidak mungkin...!"
Dicky: "(Senyum licik lalu memanfaatkan situasi) si..siapa kamu ?!"
Skull: "Heh..? Kalian semua tidak perlu tau siapa aku..!"
Dicky: "Siall..! (Berdiri)"
Rico: "Tunggu Dicky ! Aku akan membantumu juga (berdiri)"
Sebastian: "Siall..! Intan ! Menjauhlah dari kami !"
Intan: "Ba...baik"
Intan pun menjauh dari mereka berempat
Skull: "(Tertawa kecil) hehehe.. apa yg ingin kalian lakukan bocah ?"
Rico: "Kami akan melawanmu !"
Skull: "Baiklah kalau begitu..!"
Rico: "Ayo teman2 ! (Maju)"
Sebastian, Dicky: "Iya (maju)"
Mereka bertiga pun bertarung melawan Hantu itu. Mereka pun terus memukul2 Skull namun Skull pun menghindarinya
Skull: "(Menghindar) apa cuma segini kekuatan kalian ?!"
Rico: "Siall.. kalau seperti ini, bagaimana aku bisa menyentuhnya !"
Sebastian: "!"
Skull pun menyerang Rico secara tiba2
Dicky: "Rico, awas !"
Rico: "Hah..!"
Dicky pun menyelamatkan Rico dari serangan Skull
Dicky: "Ahhh.. (terkena pukulan Skull) sialan kau.."
Rico: "! Kau..!"
Dicky: "(Tersenyum) tenang saja, aku baik2 saja kok"
Rico: "?!"
Dicky dan Rico pun terjatuh (bukk)
Dicky: "(Batuk darah) Uh2..."
Rico: "Dicky, apa kamu baik2 saja ?!"
Dicky: "Tenang saja Co, aku ba.. baik2 saja kok (tersenyum dan pingsan)"
Rico: "(Menangis)"
Intan: "Dicky (sedih)"
Sebastian: "Hah..! Di... Dicky..!"
Skull: "(Tertawa jahat)"
Sebastian: "Berani2nya kau menyakiti temanku Iblis sialan hah...! (Marah dan menyerang Skull)"
Sebastian pun mengambil pisau dari tas kecilnya lalu menyerang Skull (cukk..cukkk..cukkk) namun Skull pun terus menghindarinya
Skull: "(Menghindar) sudah cukup main2nya bocah..!"
Skull pun memukul Sebastian sehingga terpental
Skull: "(Memukul Sebastian)"
Sebastian: "(Bukk) ahhhh....! (Terpental) (bukkk...!)"
Rico: "Sebastian..!"
Sebastian pun berdiri kembali
Sebastian: "(Berdiri sekuat tenaga) te..tenang saja Co, aku pasti bisa mengalahkannya..! Lebih baik kau urus saja si Dicky..!"
Rico: "Kau..! (Memanggil Intan) Intan..! Jangan diam saja kau, kamu bawa Dicky ketempat aman lalu obati dia. Aku akan membantu Sebastian..!"
Intan: "Ba..baik (Membawa Dicky ketempat aman dan mengobatinya)"
Rico: "(Berdiri lalu menuju ke sebelah Kanan Sebastian) (tappp...tappp) Bas. Sebagai seorang teman aku akan membantumu melawan Iblis itu ! (Berdiri disamping Sebastian)"
Sebastian: "Okke..! Ayo kita mulai..!"
Rico: "Iya..!"
Skull: "(Tawa jahat) hehehe. Sangat menarik..! (Mengeluarkan kekuatannya) (Swinggg)"
Latar pindah ke Intan
Dicky: "(Bangun) Uh... I..Intan"
Intan: "Dicky bertahanlah, aku akan mengobatimu..!"
Dicky: "(Tersenyum) te..terima kasih banyak kamu sudah mau mengobatiku (memegang tangan Intan) (tukkk)"
Intan: "(Kaget)"
Dicky: "Intan, aku ingin memberitaukan sesuatu kepadamu"
Intan: "Mem..memberitaukan tentang apa ?!"
Dicky: "Dengarkan baik2 (bisik2)"
Intan: "(Kaget) tidak mungkin..!"
Dicky: "Maafkan aku, mungkin ini terlalu berat bagi dirimu. Walaupun kita hanya bertemu sebentar tapi aku senang bisa bertemu denganmu (tersenyum)"
Intan: "Apa yg kau katakan barusan. Apakah kamu serius ?!"
Dicky: "Iya, aku serius. Tolong jangan beritau tentang ini kepada mereka berdua. Aku mohon"
Intan: "(Sedih) ba..baiklah, selamat tinggal Dicky (menangis)"
Dicky: "(Menghapus air mata Intan) sudahlah..! Jangan bersedih lagi..!"
Intan: "Ba..baik (mengusap air matanya) Heyy Dicky..!"
Dicky: "Um.. iya ?"
Intan: "Aku senang sekali..! (Tertawa sedih)"
Latar pindah ke Rico
Rico: "Kita mulai Bas..!"
Sebastian: "Iya Co...! (Tatapan tajam dan senyum jahat)"
Rico: "Hyaaa...!!!! (Maju dan menusuk2 Skull dengan pisau miliknya) (cukk..cukk..cukk)"
Skull: "(Tertawa) khe.khe.khe, apakah kamu ingin menggunakan trik yg sama untuk melawanku. Bocah ?!"
Rico: "Cihh, kita lihat saja nanti !"
Skull: "Baiklah..!"
Rico pun terus menyerang Skull, namun...
Sebastian: "(Melempar pisaunya) (wuzzz)"
Skull: "(Berkata dalam hati) (kaget) a..apa yg dilakukan anak itu..? Kenapa dia melemparkan pisaunya ?!"
Sebastian: "Heh, jangan meremehkanku, Iblis sialan..!"
Ketika Skull sedang menghindari serangan Rico, Sebastian pun melempar pisaunya kearah Skull
Skull: "(Berkata dalam hati) hah... anak itu... sangat berbahaya..!"
(Clakkk...!) (Suara pisau yg menancap ditembok)
Skull: "(Kaget dan berkata dalam hati) ha..hampir saja pisau itu mengenaiku"
Sebastian: "Heh.. skakmat..!"
Tiba2 saja Rico pun menyerang Skull dari bawah lantai
Rico: "(Duggg..!) Rasakan ini siall..!!"
Skull: "(Kaget dan berkata dalam hati) ba..bagaimana bisa..!"
Rico pun berhasil mengenai tubuh Skull dengan pisaunya, namun sayang pisau itu menembus tubuhnya
Rico: "(Kaget) a...apa ? Kenapa bisa ?"
Skull: "Heh..skakmat ! (Memukul perut Rico) (bukkk)"
Rico: "Ahhh..! Siall (terpental) (bukkk)"
Sebastian: "Rico..!"
Rico pun terpental akibat dipukul.oleh Skull
Skull: "Dengarkanku baik2 bocah !!"
Rico: "(tukk..tukk..) (suara batu berjatuhan)"
Sebastian: "?!"
Skull: "Jika kalian ingin melukaiku dengan kekuatan kalian. Kalian harus melawanku di duniaku, karna diriku berbeda dengan kalian didunia ini..!"
Rico: "(Lemas) a.. apa maksudmu ?!"
Skull: "Karena dunia kita berbeda !"
Sebastian: "(Kaget) berbeda..? Kenapa ?"
Skull: "Karena kalian makhluk hidup akan menempuh kematian. Sedangkan aku ini adalah roh orang yg sudah mati ini dengan bentuk manusia sempurna, oleh karena itu aku bisa menyamar menjadi manusia rendahan seperti kalian !"
Rico: "(Bangun dari reruntuhan batu yg menjatuhinya) (tukk..) kenapa ?! Kenapa kamu harus datang kedunia kami hah..! (Maju)"
Skull: "(Memukul perut Rico sekali lagi dengan keras) (bukkk)"
Rico: "Ahhh...! (Muntah darah)"
Skull: "(Tertawa jahat) hehehe"
Rico: "Sial..! (Terpental) (dukkk)"
Skull: "Karena, aku akan membawa teman kalian itu keduniaku..!"
Sebastian: "?!"
Rico: "?!"
Intan: "(Menangis) uh...uh... Dicky..!"
Pertarungan kesedihan baru saja terjadi, apakah Rico dan Sebastian dapat mengalahkan Skull. Ataukah Skull yg berhasil mengalahkan mereka.
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya ?
Ikuti terus kisah Life Story Minggu depan...
Bersambung...

Senin, 28 Maret 2016

Chapter 4 Life Story

Makhluk Aneh
Disebuah pertigaan mereka pun bertemu
(Suara angin) (wunggg...wunggg...wunggg)
Rico: "Dicky ?! Sebelum kita berangkat. Aku ingin bertanya kepada mu terlebih dahulu ?!"
Dicky: "Bertanya ?! Memangnya kamu ingin bertanya tentang apa ?"
Rico: "(Flashback)"
Diperjalanan Rico dan Sebastian pun berbincang2
Sebastian: "(Berjalan) (tappp....tappp) Co ? Apa yg akan kau lakukan jika Dicky berbohong kepada kita ?"
Rico: "Berbohong ? Apa yg kau katakan Bas ? Kita harus percaya saja padanya !"
Sebastian: "Tapi Co, jika dia----"
Rico: "(Memotong pembicaraan Sebastian) sudahlah ! Kita harus percaya saja padanya !"
Sebastian: "Baiklah Co, jika itu mau kamu !"
Rico: "Iya (kembali seperti semula) aku ingin bertanya sesuatu padamu. Apakah kamu tidak berbohong kepada kami semua ?!"
Keadaan pun tenang
Dicky: "Apa yg kau katakan ?! Jika kau tak percaya denganku lebih baik batalkan saja pembuktian ini !"
Sebastian: "Apa katamu ?! (Maju ingin menghajar Dicky)"
Rico: "(Mencegah dengan tangannya) sudahlah Bas. Baiklah ayo kita laksanakan pembuktian ini !"
Intan: "(Mata berlinang dan berkata dalam hati) apa yg terjadi dengan semua ini ?"
Sebastian: "Intan ?"
Intan: "I..iya Bas (bersedih)"
Sebastian: "Ayo kita berangkat"
Intan: "Ehm (sedih)"
Mereka semua pun berangkat menuju sekolahan mereka
Dicky: "(Tappp...tappp...tappp) (berkata dalam hati) akan kubuktian kepada mereka kalau aku ini tidak berbohong ! Pasti akan kubuktikan ! Pasti !"
Akhirnya mereka pun sampai ditempat itu
Rico: "Nah.. akhirnya kita sampai"
Dicky: "(Tatapan tajam) Pasti akan kubuktikan ! Pasti !"
Lalu seorang satpam sekolah itu pun mendekati mereka dan bertanya
Sandy: "Ada apa nak, kalian semua datang kesekolah ini malam2 begini ?"
Rico: "Uh, kami datang kemari hanya sekedar ingin melihat2 sekolah ini saja ketika sedang malam hari"
Dicky: "(Berkata dalam hati) apa2an dia itu ! (Tatapan tajam)"
Sandy: "Jika kalian tidak ada keperluannya lebih baik kalian pulang saja !"
Sebastian: "(Berkata dalam hati) gawat ! Cepat cari alasannya Co !"
Tiba2 saja Intan menyeletuk pembicaraan merek
Intan: "Uh anu, kami sedang ada tugas sekolah"
Sandy: "Tugas sekolah ?"
Intan: "I..iya tugas sekolah, kami disuruh menyelidiki sekolah kami ketika malam hari lalu mencatatnya dan dikumpulkan besok"
Sandy: "Memangnya nama guru itu siapa yg menyuruh kalian mengerjakan tugas aneh seperti itu ?"
Intan: "Hmmm.. eto"
Rico: "Guru bilang kami tidak diperbolehkan menyebut namanya ke orang lain.. (berbisik) soalnya ini tugas rahasia !"
Sandy: "(Kaget) baiklah kalian boleh masuk"
Rico: "Terima kasih Pak (tersenyum)"
Sandy: "Iya"
Rico: "Teman2 ayo kita masuk"
Sebastian, Dicky, Intan: "Iyaaa !"
Mereka pun masuk kedalam sekolah yg menyeramkan itu
Rico: "(Menyalakan senter) (takk)"
Sebastian: "Gelap sekali tempat ini"
Intan: "I..iya sangat gelap (ketakutan)"
Dicky: "Cihhh..!"
Mereka pun naik ke lantai dua
(Tap..tap..tap)
Intan pun merasakan hawa jahat yg ada didekatnya
Intan: "Hah ?! Siapa itu ?!"
Rico: "Uh.. Intan, ada apa ?"
Intan: "Ta..tadi aku merasakan ada seseorang yg sedang mengikuti kita (ketakutan)"
Rico: "Apakah kamu yakin ?"
Intan: "Iya. A..aku sangat yakin sekali jika tadi ada yg mengikuti kita (ketakutan)"
Sebastian: "Sudahlah, mungkin hanya perasaanmu saja Tan. Ayo kita lanjut jalan lagi"
Rico: "Iya"
Intan: "I..iya"
Dicky: "(Berkata dalam hati) apakah sekarang dia sudah mulai muncul ?!"
?: "(Tertawa pelan) hihihi... dasar orang2 bodoh hihihi..."
Mereka pun berjalan menyusuri kelas2 namun tidak menemukan apa2, tiba2 saja Dicky pergi ke toilet sendirian
Rico: "Hey..! Dimana Dicky ?!"
Sebastian: "Tadi dia bilang padaku dia ingin buang air kecil"
Rico: "Apa ?! Cepat cari dia !"
Sebastian: "Ca..cari dia ! Apa kamu bilang !"
Rico: "Cepat cari !"
Intan: "Ta..tapi Co"
Tiba2 saja Dicky berteriak
Dicky: "Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh !"
Rico: "Sial ! Ada apa dengannya !"
Mereka bertiga pun pergi mencari Dicky, latar pindah ke tempat Dicky
Dicky: "(Panik) si...siapa kau ?!"
Skull: "Perkenalkan aku adalah Skull"
Dicky: S...Skull ?!"
Skull: "Iya, aku datang kesini untuk membawamu !"
Dicky: "Membawaku ?!"
Skull: "Iya membawamu, apa kamu tidak ingat dengan kata2 ku waktu itu ?"
Dicky: "Iya aku mengingat semuanya ! Memangnya apa yang ingin kamu lakukan ?!"
Skull: "Yang harus kamu lakukan adalah... (bisik2)"
Dicky: "(Kaget) Iya !"
Tiba2 saja Rico, Sebastian, dan Intan datang
Dicky: "(Pura2 panik) i...itu !"
Rico: "Ada apa ?! Itu apa ?! Cepat katakan.. heyy !!"
Tiba2 saja Skull memberi mereka bertiga kekuatan tambahan seperti Dicky yg dapat melihat hantu apapun
Rico: "(Kaget) bukk.."
Sebastian: "(Kaget) i..itu (menunjuk Skull)"
Intan: "(Kaget dan berteriak) ahhhhhh....!"
Rico: "Ti... tidak mungkin...!"
Skull: "(Senyum jahat)"
Mereka semua pun bisa melihat dan merasakan hawa jahat dari makhluk aneh itu..!
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya ?
Ikuti terus kisah Life Story Minggu depan...
Bersambung...

Minggu, 20 Maret 2016

Chapter 3 Life Story

Keadaan pun hening.
Suara angin) (wunggg...wunggg) Dicky pun bingung dengan keadaannya saat ini. Mereka bertiga pun pergi, lalu Dicky pun memanggil mereka kembali
Dicky: "Hey kalian semua ! Ayo kita lakukan ekspedisinya !"
Intan: "(Senang)"
Rico: "Apakah kamu sudah yakin ?"
Dicky: "Iya !"
Sebastian: "Baiklah, ekspedisi akan kita mulai nanti malam !"
Sebastian: "Baiklah !"
Rico: "Iya (tersenyum) semuanya ayo kita kembali !"
Intan: "Iya !"
Sebastian: "Kamu jangan lupa, datang kedepan pintu gerbang pukul 9 malam nanti !"
Dicky: "Iya, aku mengerti"
Sebastian: "Iya"
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan Dicky lalu mereka pun masuk kekelas masing2
Rico: "(Duduk)"
Sebastian: "(Duduk) Co, apakah kamu yakin dia akan ikut dengan kita melakukan ekspedisi nanti malam ?!"
Rico: "Iya aku sangat yakin. Aku sudah melihat dari raut wajahnya bahwa dia serius akan melakukannya !"
Sebastian: "Baiklah aku percaya itu !"
Guru pun masuk kekelas mereka, mereka pun belajar hingga bel pulang (Kringgg...kringgg....kringgg)"
Guru: "Anak2 pelajaran hari ini sudah selesai. Waktunya kalian untuk pulang !"
Murid: "Baik bu..!"
Guru pun keluar kelas, lalu seluruh murid pun pulang bersama2
Rico: "(Bangun) Bas, ayo kita pulang !"
Sebastian: "Iya Co (berjalan keluar kelas)"
Intan: "Co, Bas. Aku boleh pulang bareng dengan kalian tidak ?"
Rico: "Uh.. ayo Tan jika kamu ingin pulang bersama dengan kami (tersenyum)"
Intan: "Ehm (tersenyum)"
Mereka bertiga pun pulang bersama, diperjalanan mereka pun berbincang2
Intan: "Co, apakah nanti kita bertiga dan dia akan melakukan ekspedisi malam ini ?"
Sebastian: "?!"
Rico: "Iya, apakah kamu keberatan ? Atau kamu tidak ingin ikut dengan kita ?!"
Intan: "Bukan seperti itu Co, aku hanya ingin memberitau saja. Besok kita kan sekolah masuk pagi, apakah bisa kita tidak pulang larut malam ?!"
Rico: "Yaa pasti bisa kita pulang tidak akan sampai larut malam nanti !"
Sebastian: "Percayakan saja padanya. Intan !"
Intan: "(Termenung) iya"
Mereka pun sampai di pertigaan jalan
Intan: "(Berhenti dan terdiam)"
Rico: "(Berhenti) uh..? Kenapa kamu berhenti Tan ?"
Intan: "(Tertawa) ahhh, maaf sampai sini saja kita pulang barengnya"
Sebastian: "Bukankah kamu satu arah dengan kami ?"
Intan: "Aku memang satu arah dengan kalian, tapi setelah sampai dipertigaan ini kita harus pisah. Karna rumahku berada di jalan ini (menunjuk ke arah kiri)"
Rico: "Uh.. jadi begitu, baiklah sampai nanti (melambaikan tangan dan berjalan)"
Sebastian: "(Berjalan)"
Intan: "(Melambaikan tangan) sampai bertemu kembali kalian semua !"
Mereka pun berpisah dijalan itu
Suara burung sore (cittt...cittt...cittt) waktu pun berubah menjadi malam. Latar pindah ke Rico dan Sebastian
Rico: "Bas, apakah kamu sudah mempersiapkan semuanya ?"
Sebastian: "Iya, aku sudah mempersiapkan semuanya !"
Rico dan Sebastian pun bersiap2. Latar pindah ke Intan
Intan: "(Pergi keluar membawa tas)"
Intan pun ketahuan oleh Ibunya
Febiola: "(Marah) Intan ! Kamu ingin pergi kemana ?!"
Intan: "(Gagu) anu...anu... uhhh... aku... aku... ak---"
Febiola: "(Memotong pembicaraan) kamu kalo ngomong yg benar ! Jangan gagu seperti itu, cepat katakan kamu ingin pergi kemana ?!"
Intan: "Aku.. aku ingin pergi kerumah teman bu"
Febiola: "Kerumah teman ?! Jika kerumah teman kenapa kamu membawa tas !"
Intan: "(Kaget dan berkata dalam hati) gawat ! Alasan apa lagi yg harus aku buat ?! Sial ! Sial ! Sial !"
Febiola: "Kenapa kamu diam seperti itu Intan ! Cepat jawab pertanyaan Ibu !"
Intan: "Aku membawa tas karena ak---"
Ayah Intan pun memotong pembicaraan Intan
Kosasih: "Ada apa ini ribut2 ?! Jika kau ingin pergi, pergi saja nak. Ayah mengizinkanmu pergi jika Ibu tak mengizinkanmu untuk pergi (tertawa)"
Intan: "? Apa kau yakin Yah ?"
Kosasih: "Iya ! Cepatlah kamu pergi untuk bersenang2 dengan teman2mu"
Intan: "Ehm (senang dan pergi)"
(Menutup pintu) (krekkkk....)
Intan pun pergi dan menuju sekolahnya sendirian
Febiola: "Ayah ! Kenapa kau membiarkannya dia pergi begitu saja ?!"
Kosasih: "Sudahlah bu dia ini kan sudah besar, jadi kita harus membiarkannya dia bersenang2 diluar sana !"
Febiola: "Jika terjadi apa2 dengan dia. Ayah harus bertanggung jawab !"
Kosasih: "(Terdiam) uhhh... sungguh merepotkanku saja, baiklah2 aku akan bertanggung jawab jika dia terjadi apa2. Hari ini Ibu masak apa ?"
Febiola: "Tidak tau (jutek)"
Kosasih: "Ayolah bu, jangan seperti itu !"
Latar pindah ke Dicky
Dicky: "Sepertinya hari ini aku akan membuktikannya bersama orang yg baru saja kukenal (merangkul tas dan berjalan keluar) mudah2an saja tidak terjadi apa2 padaku hari ini (membuka dan menutup) (krekkk)"
Skull: "(Tertawa) sepertinya malam ini akan menarik sekali bagiku"
Ada sesuatu yg aneh diatas tiang listrik itu. Ada Monster yg sedang berdiri diatasnya lalu pergi terbang entah kemana (wunggg..) (pakkk...pakkkk..pakkk)
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya
Apakah mereka akan benar2 melakukan ekspedisi malam ini ?
Ikuti terus kisah LIFE STORY Minggu depan...
Bersambung...

Minggu, 13 Maret 2016

Chapter 2 Life Story


Rumor Yang Terdengar
Keesokan harinya, suara burung (cittt...cittt...cittt...)
Rico: "Bas, ayo kita berangkat sekolah !"
Sebastian: "Iya Co, ayo !"
Rico dan Sebastian pun berangkat sekolah, sesampainya disekolah
Rico: "(Menaruh tas) (brukk)"
Sebastian: "(Menaruh tas) (brukk)"
Intan: "Pagi Co, Bas..!"
Rico: "Pagi juga Tan (menuju meja Intan)"
Sebastian: "(Duduk) kau ingin kemana Co ?!"
Rico: "Aku ingin mengobrol dengan Intan !"
Sebastian: "Oh, yasudah (menunggu bel masuk)"
Rico pun menghampiri Intan yg sedang duduk, lalu mengobrol dengannya
Rico: "(Duduk disampingnya) Tan, ngomong2 anak yg pernah melihat hantu disekolah ini namanya siapa ?"
Intan: "Hmmm, kalo gk salah namanya Dicky.. katanya dia pernah melihat hantu misterius dilorong2 kelas"
Rico: "Oh, jika begitu nanti kita temui dia"
Intan: "Iya Co (bel masuk) (kringgg...kringgg) Co sana kamu kembali ketempatmu !"
Rico: "Iya Tan (berdiri dan menuju ketempatnya)"
Sebastian: "Co, tadi kamu dengan Intan membicarakan soal apa ?"
Rico: "Uh... (duduk) nanti saja ketika istirahat aku akan beritau kamu !"
Sebastian: "Hmmmm, yasudah !"
Rico: "Iya"
Bel masuk pun berbunyi (kringgg...kringgg) guru pun masuk kelas
Bu Sinta: "Anak2 hari ini pelajaran kita mulai, semuanya. Buka buku ips kalian halaman 45"
Murid: "Baik bu !"
Mereka semua pun membuka buku, lalu waktu pun berlalu. Bel istirahat pun berbunyi (kringgg...kringgg)
Bu Sinta: "Semuanya, Ibu anggap pelajaran kali ini sudah selesai. Sekarang kalian beristirahatlah (keluar)"
Murid: "Iya bu (senang)"
Rico: "Bas, ayo kamu ikut aku dengan Intan ke kelas Ak 1 !"
Sebastian: "Lho ?! Memangnya kita mau ngapain pergi kesana Co ?!"
Rico: "Aku ingin bertemu dengan Dicky"
Sebastian: "Dicky ? Siapa dia ?"
Rico: "Dia adalah orang yg pernah melihat hantu dilorong2 kelas"
Sebastian: "Melihat hantu dilorong2 kelas ?! Aku tidak mengerti dengan perkataanmu itu !"
Rico: "Nanti saja aku jelaskan ! Sekarang ayo kita pergi kesana bersama Intan !"
Sebastian: "Iya !"
Rico: "Tan, ayo kita kesana !"
Intan: "Iya Co"
Mereka bertiga pun pergi ke kelas Ak 1, lalu mereka pun bertanya kepada salah satu teman Dicky
Intan: "Maaf. Kamu kenal Dicky tidak ?"
Dicky: "(Deg2an) perasaan apa ini ?! Cantik sekali dia (bengong)"
Intan: "Hmmm maaf apakah kamu kenal dengan sih Dicky ?"
Dicky: "(Kaget) uh..! Iya ?"
Intan: "Apakah kamu kenal dengan anak yg namanya Dicky ?
Dicky: "Iya, dengan aku sendiri (tersenyum)"
Intan: "Oh jadi kamu yg namanya Dicky ! Perkenalkan namaku Intan, ini Rico, dan Sebastian"
Rico: "Salam kenal"
Sebastian: "Salam kenal"
Dicky: "Salam kenal juga !"
Intan: "Oiya, kami pernah mendengar berita tentangmu"
Dicky: "Berita tentangku ?! Berita apa itu ?!"
Intan: "Entah ini berita benar atau bohong, apakah kamu pernah melihat hantu dilorong2 kelas ! Apakah itu benar ?!"
Dicky: "Iya, itu benar sekali !"
Rico: "Jika begitu, bisakah kamu ceritakan kepada kami ?!"
Dicky: "Ceritakan ?!"
Intan: "Iya, ceritakanlah kepada kami tentang pengalamanmu itu ?!"
Dicky: "Baiklah, akan kuceritakan. Pada waktu itu aku... (flashback) (aku sedang berjalan2 dilorong kelas ini pada pukul 21.00 kemarin, ketika aku sedang ldks)"
Dicky: "(Tap..tap..tap..) Uh.. sepi sekali lorong kelas ini ! (Aku pun terus berjalan melalui lorong kelas, untuk menuju kelasku mengambil sebuah pulpen ku yg ketinggalan waktu itu)"
Dicky: "(Membuka pintu) (citttt...!) Uh.. gelap sekali tempat ini (menyalakan lampu) (tekk) (lampu pun menyala) kira2 aku tinggalkan pulpen ku dimana ya ? Coba aku cari dilaci ku ! (Berjalan menuju meja dan mememeriksa laci mejanya) uhh... ini dia pulpen ku ! (Pergi keluar) (menutup pintu) (citttt..)"
Dicky pun pergi keluar, lalu dia pun bertemu sesuatu yg mencurigakan, yg sedang berdiri sambil menatap dirinya
Dicky: "(Tap...tap...tap..!)"
?: "(Berdiri ditembok)"
Tiba2 saja Dicky pun merasakan sesuatu hawa yg sangat aneh
Dicky: "(Ketakutan) (berkata dalam hati) ke...kenapa tiba2 diriku merinding seperti ini ?!"
?: "Hey...!! Kau... yg disana !"

Dicky: "(Menengok ke samping) si... siapa kau ?! (Ketakutan)"
?: "Aku adalah Skull !"
Dicky: "S... Skull ?! Untuk apa kamu berada disini ?! (Ketakutan)"
Skull: "Aku berada disini karena, aku ingin memberitahumu sesuatu !"
Dicky: "Mem... memberitahu soal apa ? (Ketakutan)"
Skull: "Aku ingin memberitahumu. Bahwa kamu mempunyai mata yg istimewa ?!"
Dicky: "Ma.. mata istimewa ?! Apa maksudmu ?! (Ketakutan)"
Skull: "Iya, kamu mempunyai mata yg istimewa bila kau gunakan mata itu diduniaku. Mungkin jika kau gunakan diduniamu saja maka mata itu hanya bisa berguna untuk melihat hantu2 saja !"
Dicky: "(Berteriak) apa yg sedang kau bicarakan ?! Aku tidak mengerti !"
Skull: "Mungkin sekarang kau tidak mengerti !"
Dicky: "(Berteriak) Aku tidak peduli ! Kau makhluk aneh ! (Berlari meninggalkan Skull)"
Skull: "(Senyum jahat) cihhh !"
(Kembali seperti semula)
Dicky: "(Wajah murung)"
Rico: "Kenapa kau murung seperti itu ?!"
Dicky: "Uh.. aku tak apa2 kok !"
Intan: "Apakah kamu percaya dengan semua perkataan itu ?!"
Dicky: "Aku tidak percaya dengan perkataannya itu ! Aku hanya bingung dengan itu semua ! Jika aku bertemu dengan dia kembali, aku ingin menanyakan beberapa hal kepada dia kembali !"
Sebastian: "Jika kamu ingin bertemu dengan dia kembali. Apakah kamu akan menyanyakan suatu yang penting kepadanya ?"
Dicky: "Iya, akan kutanyakan beberapa hal kedia !"
Sebastian: "Baiklah, apakah kalian mau tidak melakukan ekspedisi pertama nanti malam ?!"
Dicky: "Ekspedisi ?! Sebenarnya kalian ini siapa ?!"
Rico: "Kami bertiga adalah sebuah tim"
Dicky: "Tim ?! Apa maksudmu ?!"
Rico: "Iya, kami bertiga memberi nama tim kami Risetan. Lalu tim kami ini mempunyai sebuah tujuan, yaitu ! Mengusir kejahatan baik nyata maupun ghaib !"
Dicky: "(Tertawa) hahaha.. apa kalian semua ini sudah gila ?!"
Sebastian: "Gila ?! Jika kau ingin dihantui oleh perasaanmu itu, tentang perkatannya itu jangan salahkan kami. Tapi kami ingin mengajakmu untuk melakukan ekspedisi pembuktian terhadap hantu itu jika dia benar !"
Dicky: "(Bingung)"
Rico: "Pikirkan itu baik2. Semuanya ayo kita kembali !"
Sebastian: "Iya !"
Intan: "Iya !"
Dicky pun bingung dengan keadaannya saat ini. Mereka bertiga pun pergi, lalu Dicky pun memanggil mereka kembali
Dicky: "Hey kalian semua ! Ayo kita lakukan ekspedisinya !"
Intan: "(Senang)"
Rico: "Apakah kamu sudah yakin ?"
Dicky: "Iya !"
Sebastian: "Baiklah, ekspedisi akan kita mulai nanti malam !"
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya ?
Apakah mereka berempat benar2 akan melakukan ekspedisi pembuktian pada malam nanti ?
Ikuti terus kisah LIFE STORY Minggu depan...
Bersambung...

Minggu, 06 Maret 2016

Chapter 1 Life Story

Pertemuan
(Pada suatu hari lahirlah kedunia seorang anak laki-laki yang bernama Puma Rico, ia lahir ketika keluarganya terbunuh oleh orang yang masih belum diketahui namanya, Dan inilah kisah kehidupan Puma Rico)
Waktu sudah menunjukkan pukul 07:00 WIB
Rico: "(Menguap) (hoamppp) Sudah pagi...! Baiklah semangat...! Waktu sudah pagi (bangun dan keluar dari rumah)"
Ketika ia keluar dari rumah, ia sangat lapar dan ingin makan, dan ia berpikir akan mencuri sebuah makanan dari orang lain
Rico: "Aku lapar (lemas) bagaimana ya caranya supaya perutku ini bisa kenyang (berpikir) Oiya, bagaimana kalo aku mencuri sebuah makanan dari orang lain, oke baiklah sudah kuputuskan..!"
Ketika ia mencuri, ia ketahuan dan dimaki2 oleh orang yang sudah dicuri oleh Rico
Warga: "Kamu masih kecil sudah belajar mencuri..! Ingin jadi apa nanti kamu ?"
Rico "Ma..maafkan aku (sedih) pak, aku tidak bermaksud mencuri. Dan aku mencuri dalam keadaan terdesak, sekali lagi maafkan aku pak (sedih)"
Warga: "Sudah kamu pulang sana..! Dan terimalah makanan ini"
Rico: "(Tersenyum) terima kasih pak"
Rico pun pulang dengan keadaan bahagia namun tercaci
Rico: "Baiklah aku akan berjuang menjadin orang baik dan menjadi orang yang diakui oleh masyarakat...! (duduk dibawah pohon dan memakan makanannya)"
Hari pun berganti. Waktu menunjukkan pukul 06:00 WIB dan hari pertama masuk sekolah pun telah tiba
Rico: "Ahhh sial...! Aku terlamba...! (Mandi dengan buru2)"
Rico pun berangkat sekolah dengan terburu2
Rico: "(Berlari) (tappp...tappp....tappp) siall,,,,!"
Rico pun terus berlari. Dan akhirnya dia pun sampai disekolah tepat waktu, ia pun sekarang duduk dikelas 1 SMK, Lalu dia pun duduk dengan si pendiam yang bernama Erlangga Sebastian
Rico: "(Berkata dalam hati)n kenapa dia diam seperti itu apakah dia sedang berada dalam masalah ?"
Rico: (Berkata kepada Sebastian) heyy..! Perkenalkan namaku Rico, namamu siapa ?"
Sebastian: "Aku Erlangga Sebastian. Senang berkenalan denganmu"
Rico: "(Tersenyum) iya. Oiya Bas kamu kenapa kok daritadi murung terus seperti itu ?"
Sebastian: "Gapapa Co, aku bersedih karna aku sedang memikirkan sekarang aku tidak mempunyai keluarga (sedih)"
Rico: "Memangnya keluarga kamu kenapa Bas ?"
Sebastian: "Keluargaku dibantai oleh kakakku sendiri, dia sangat kejam ! (Mengepal tangan)"
Rico: "Sudahlah Bas, kehidupanmu itu sama halnya denganku, aku tidak mempunyai keluarga sejak aku dilahirkan, dan aku dirawat oleh Bibiku"
Sebastian: "Hmmm, ternyata kehidupan kita sama halnya seperti ini !"
Rico: "Iya Bas. Bas, bagaimana kalo kita hidup berdua dalam satu rumah sebagai teman dan menjalani kehidupan kita sendiri tanpa keluarga ? Bagaimana kalo kita mandiri, dan akan menjadi sahabat untuk selamanya ? Kamu setuju tidak ?"
Sebastian: "Baiklah aku setuju, dan kita mulai kehidupan kita yg sebenarnya esok hari"
Rico: "Iya Bas. Besok aku akan bilang kepada bibiku"
Sebastian: "Iya Co"
Waktu berlalu begitu cepat. Rico pun berkata kepada bibinya ingin hidup mandiri, lalu bibinya pun setuju jika Rico hidup mandiri, dan mereka berdua pun menjalani kehidupannya, dan mereka berdua pun menjadi sahabat sejati, dan keesokan hari mereka pun melihat seorang siswi yg bernama Putri Intan, ia dibully oleh teman2nya
Siska: "Hey kamu Intan, jangan sekali2 kamu mencari perhatian terhadap anak laki2 disekolah ini"
Intan: "(Menangis) i..iya tenang saja aku tidak akan mencari perhatian terhadap semua anak laki2 disini
(Intan pun menangis karena rambutnya dijenggut)"
Siswa: "Baguslah kalo begitu, teman2 ayo kita pergi !"
Siska dan teman2nya pun pergi, si Rico dan Sebastian merasa tak tega melihat dirinya dibully seperti itu dan si Sebastian menyarankan untuk membantunya
Sebastian: "Co, bagaimana kalo kita bantu perempuan itu"
Rico: "Ahh jangan Bas, dia nanti akan menyusahkan kalo kita bantu"
Sebastian: "Apakah kamu tidak merasa kasihan terhadap dirinya yg sudah dibully oleh teman2nya ?"
Rico: "Iya sih aku merasa kasihan, tapi kan... yasudahlah kita bantu saja dia Bas"
Sebastian: "Iya Co"
Si Rico dan Sebastian pun membantu si Intan yg sedang menangis, dan si Rico memberikan tangannnya untuk si Intan
Rico: "Hey, kamu...! Sudahlah jangan menangis terus"
Intan: "(Menangis) Uh.. kalian ini siapa ?"
Rico: "Perkenalkan namaku Rico dan ini temanku Sebastian. Lalu nama kamu ini siapa ?"
Intan: "Namaku Putri Intan, kalian dari kelas berapa ?"
Sebastian: "Dari kelas X Ak 2 lalu kamu dari kelas berapa ?"
Intan: "Sama dengan kalian, berarti kita sekelas (tersenyum)"
Sebastian: "Mungkin (tersenyum) uhhh.. ngomong2 apakah kamu ini anak baru ?
Intan: "(Tersenyum) hmmm iya, aku ini anak baru. Tapi terima kasih kalian telah tidak membuatku sedih lagi"
Sebastian: "Emphh, sama2 kok (tersenyum ceria)"
Intan: "Senang bisa bertemu dengan kalian (tersenyum)"
Rico: "Iya senang juga bisa bertemu denganmu (sambil tersenyum)"
Mereka pun berkenalan dan masuk kelas bersama, suatu hari Rico dan Sebastian pun bertanya sesuatu kepada Intan
Rico: "Intan, apakah kamu ingin menjadi teman kami berdua ?"
Intan: "Menjadi teman kalian berdua ? Tentu saja aku ingin menjadi teman kalian berdua, bahkan sebelum kalian bertanya seperti ini. Aku sudah menganggap kalian berdua ini temanku (tersenyum)"
Rico: "Jika begitu bagus sekali (tersenyum)"
Intan: "Iya teman2 (tersenyum)"
Rico: "Bas.. Tan, bagaimana kalo kita bikin sebuah tim !"
Intan: "Sebuah tim ? Tim apaan Co ?!"
Rico: "Sebuah tim kecil pemburu Hantu ! Kalian setuju tidak ?"
Sebastian: "Hmmm,, bagaimana ya (bingung) baiklah aku setuju. Bagaimana denganmu Tan ?"
Intan: "Baiklah, aku juga setuju"
Rico: "Baiklah, tim ini resmi kita dirikan (tersenyum)"
Sebastian: "Iya Co !"
Intan: "Terlebih dahulu kita kasih nama tim kita ini Co..!"
Rico: "Oiya aku lupa (tertawa malu) Yaudah, kalian setujunya tim ini kita beri nama apa ?"
Sebastian: "Bagaimana kalo kita beri nama Ghost Hunter ?"
Rico: "Hmmm,, boleh juga Bas.. tapi nama itu sudah pasaran !"
Sebastian: "Hmmm.. apa ya ? (bingung)"
Intan: "Bagaimana kalo kita beri nama tim kita ini, tim Risetan !"
Rico: "Risetan ? Dapat ide dari mana kamu Tan ?"
Intan: "Dari nama kita bertiga (tertawa) (hehehe)"
Sebastian: "Boleh juga tuh Co (senang)"
Rico: "Hmm. Bisa juga sih nama itu, yaudah tim ini resmi kita beri nama Risetan !"
Sebastian: "Okke (tersenyum)"
Mereka pun bergembira bersama karna membuat sebuah tim pemburu hantu
Intan: "(Mengingat kejadian kemarin)"
Sebastian: "Uh.. ada apa Tan ?"
Intan: "Aku sedang mengingat2, kemarin aku mendengarkan cerita. Ada seorang anak dari kelas X Ak 1 melihat ada sesosok hantu berbadan tinggi sedang melewati lorong ini !"
Rico: "Apakah itu semua benar ?!"
Intan: "Aku juga tidak tau.. lebih baik besok kita tanya saja kepada anak itu !"
Sebastian: "Yaudah, ekspedisi kita anggap akan dimulai besok. Oke ! (Mengancungkan jempol)
Rico: "Iya (senang)"
Intan: "Baik (tersenyum)"
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya
Dan tim Risetan pun, memulai ekspedisinya pada esok hari...
Bersambung...