Minggu, 17 April 2016

Chapter 6 Life Story

Suara batu berjatuhan akibat Rico dipukul oleh Skull dengan sangat keras sehingga terpental menghancurkan tembok (takkk...takkk)
Skull: "Kalian semua... akan aku musnahkan..!"
Sebastian: "?!"
Suara reruntuhan (takkk..takkk)
Rico: "(Bangun pelan2 dan mengambil sebuah kertas dikantongnya) (clakkk) hanya ini. Senjata satu2nya yg aku punya saat ini (clakkk) aku pasti akan mengakhirinya !"
Skull: "(Tertawa) Hahaha..! Apa gunanya manusia didunia ini ?! Apa hanya untuk menjadi sampah saja ?!"
Sebastian: "Kau.. siall !!"
Rico: "(Tertawa kecil) hehehe... seharusnya kami yg bertanya, untuk apa sebuah roh datang kedunia ini dengan maksud jahat ?! Apakah itu yg namanya.. kematian yg tidak tenang !"
Skull: "Cihhh...! Akan aku akhiri semua ini ! (Mengeluarkan pedangnya) Murkalah ! Tarian pedang api !"
Rico: "(Berkata dalam hati) ?! Ce.. cepat sekali !"
Sebastian: "Ahhhh...!"
Skull pun menyerang Rico dan Sebastian secara membabi buta, seketika ruangan itu pun terbakar seketika oleh Skull
Rico: "(Lemas) kau... telah merusak tempat ini (pingsan)"
Sebastian: "Ri...co..! Tu..tubuhku ! Tidak bisa bergerak..!"
Rico pun pingsan dan Sebastian pun terdiam akibat serangan Skull
Skull: "Cihhh.. anak yg hanya bisa berlagak saja ! Sia2 saja mereka melakukan ini. Karna hanya dirinya yg memutuskan akan pergi atau tidak !"
Skull pun pergi dari tempat itu
Skull: "(Menghilang) (wushhh !)"
Tiba2 saja Intan pun datang menemui Rico dan Sebastian
Intan: "(Berlari) (tapp...tapp...tapp) (bergenti dan kaget) a.. apa yg terjadi ?! Ke..kenapa tempat ini terbakar ?! Rico.. mana Rico dan Sebastian ! (Berteriak) Rico..! Sebastian...! Dimana kalian ?!!! (Melihat Rico dan kaget) Rico !"
Intan: "(Membawa Rico kepinggir) Rico..! Bangunn..!"
Rico: "(Sadar dari pingsannya) ka..kamu ya Tan ?! (tersenyum) Se..Sebastian dimana ?!"
Intan: "Aku pun belum menemukannya (sedih) maafkan aku (sedih)"
Rico: "Tak apa Tan, nanti kita cari dia bersama. Lalu ba..bagaimana keadaannya si Dicky ?"
Intan: "(Kaget) ummm.. (sedih)"
Rico: "Uh.. ada apa Tan ? Kenapa kamu bersedih ?"
Intan: "Tak apa2 Co ! (Senyum palsu)"
Rico: "(Kaget dan berkata dalam hati) senyum itu, tidak seperti biasanya. Apakah Intan menyembunyikan sesuatu dari dalam hatinya ?"
Intan: "Ke..keadaannya Dicky baik2 saja Co, aku tadi sudah mengobati semua lukanya. Sekarang dia sedang berada di kelas PM1"
Rico: "Uh.. syukurlah"
Intan: "! Co, Sebastian mana ?!"
Rico: "Uh.. iya Sebastian (bangun) uh..."
Intan: "Pelan2 Co"
Rico: "(Berdiri) duhh..duhhh masih terasa sakit badanku akibat serangan Iblis sialan itu ! Tan, ayo kita cari Sebastian disekitar sini !"
Intan: "Iya Co !"
Rico dan Intan pun mencari sebastian, lalu mereka pun dikejutkan dengan sebuah tulisan ditembok dengan bertintakan darah
Sebastian: "(Tulisan ditembok) teman2 aku harap kalian dapat melihat pesan singkat ini. Aku pergi sebentar untuk mengikuti si Iblis sialan itu ! Jadi aku harap kalian tidak mengkhawatirkanku. Karna Iblis itu sedang mengincar salah satu dari teman kita !"
Intan: "(Kaget dan berkata dalam hati) apa jangan2...?!"
Sebastian: "(Lanjutan tulisan tembok) dan teman kita itu adalah Dicky"
Rico: "(Kaget) tidak mungkin !"
Intan: "(Sedih dan berkata dalam hati) su...sudah kuduga !"
Sebastian: "(Lanjutan tulisan tembok) oleh karena itu aku mengikuti Iblis tersebut dan ingin mencari tau sendiri, kenapa mereka ingin mengincar teman kita ! Lalu aku ingin kalian berdua mengawasi gerak gerik mencurigakan si Dicky. Salam dari ku semoga kalian baik2 saja. Sebastian"
Rico: "(Menangis) si...siall ! Kenapa jadi seperti ini !"
Intan: "(Sedih) sudahlah Co, ini semua sudah menimpa kita. Sekarang kita harus mengikuti kata2 Sebastian"
Rico: "Iya. Aku akan menuruti kata2 Sebastian yaitu, mengawasi Dicky !"
Intan: "Iya !"
Rico: "Tan, bawa aku menemui Dicky !"
Intan: "Baik Co !"
Intan dan Rico pun menemui Dicky, dilantai 2
(Suara decitan pintu) (citttt...!)
Dicky: "Apakah itu kamu Intan ?"
Skull: "Bukan..!"
Dicky: "(Kaget) ja..jangan2 itu kamu ! Iblis ?!"
Skull: "Iya, ini aku !"
Dicky: "(Ketakutan) Ma..mau apa kamu datang kesini ?!"
Skull: "Aku mau ingin berbicara sebentar denganmu dulu !"
Sebastian pun mengikuti Skull dari belakang dengan terpincang2 akibat luka yg dideritanya
Sebastian: "A.. aku harus bisa mengikutinya walaupun keadaanku seperti ini ! (Berhenti disebuah ruangan, dan bersembunyi diluar dari balik jendela) (napas terengah2)"
Sebastian pun mengintip secara perlahan dari balik jendela tersebut
Sebastian: "(Kaget dan berkata dalam hati) ke..kenapa dia menemui Dicky ?! (Kesakitan) aduhh...duhhh !"
Sebastian pun melihat Skull dan Dicky sedang membicarakan sesuatu. Latar pindah ke Rico dan Intan
Intan: "Co. Pelan2 sedikit (sedih)"
Rico: "I..iya Tan. (Melihat darah berceceran dilantai) Tan tunggu"
Intan: "Ada apa Co ?"
Rico: "Coba kamu lihat ke lantai ini !"
Intan: "(Kaget) da.. darah !"
Rico: "Iya, apa ini darahnya Sebastian ?!"
Intan: "Hmmm, mungkin saja Co (senang) jika begitu berarti Sebastian masih berada disekitar sini !"
Rico: "Bisa jadi, sekarang kita ikuti saja darah ini !"
Intan: "Iya Co, pelan2 Co"
Rico: "Iya Tan"
Rico dan Intan pun mengikuti jejak darah tersebut. Latar pindah ketempat Sebastian
Sebastian: "Duhh...duhhh, luka ini sakit sekali (kesakitan). Sekarang apa yg dibicarakan mereka berdua saat ini ?!"
Sebastian pun melihat pembicaraan penting mereka. Latar pindah ke Dicky
Dicky: "Baiklah, aku mengerti (murung)"
Skull: "Bagus jika kamu sudah mengerti, aku akan menunggumu didunia ku nanti ! Dan ingat kata2 tadi yg sudah kukatakan kepadamu"
Dicky: "Iya"
Skull: "Yasudah, aku akan menunggumu (berjalan keluar) (tappp...tappp)"
Dicky: "Iya"
Sebastian: "Lebih baik aku bersembunyi ke ruangan sebelah !"
Skull: "(Membuka pintu) (cittt) (berkata dalam hati) ada yg aneh tadi disekitar situ"
Sebastian: "(Mengintip dari balik pintu kelas sebelah) (berkata dalam.hati) dia.. gerak geriknya mencurigakan !"
Skull: "Waktuku tinggal sedikit lagi berada disini (menengok kesamping) uh.. itu !"
Skull pun melihat ada genangan darah dibawa jendela
Skull: "Darah ?! Darah siapa itu ? (Mendekati genangan darah itu) sepertinya tadi ada seseorang yg menguping pembicaraanku ! Jika kulihat baik2 darah ini masuk ke ruangan sebelah. Lebih baik aku kesana ! (Mengikuti jejak darah tersebut dan menuju kelas sebelah)"
Sebastian: "(Berkata dalam hati) gawat ! Dia menuju kesini. Aku harus bagaimana !"
Skull pun semakin mendekati ruangan tersebut
Sebastian: "(Berkata dalam hati) sial Apa yg harus kulakukan !"
Skull pun semakin dekat
Sebastian: "(Berkata dalam hati) sial..! Tidak ada cara lain lagi selain melawannya jika dia berhasil menemukanku !"
Ketika Skull ingin membuka pintu ruangan tersebut tiba2 saja terjadi sesuatu
Skull: "(Bunyi bel dimensi lain) takkk...takkk..takkkk) huh.. sudah benar2 habis ya waktuku (menghilang) (wusss...!)"
Sebastian: "(Kaget dan berkata dalam hati) su..suara itu..! Da..darimana asalnya, ba..bagaimana bisa di..dia menghilang... (kaget)"
Lalu Rico dan Intan pun datang
Intan: "Co lihat darah itu !"
Rico: "Iya Tan, darah itu mengarah kekelas PM2"
Intan: "Iya, lebih baik kita masuk ke ruangan itu Co !"
Rico: "Iya"
Rico dan Intan pun menuju ruangan itu dan membuka ruangan tersebut
Rico: "Lepaskan aku sebentar Tan"
Intan: "Iya (melepaskan Rico)"
Rico: "(Membuka pintu) (cittt...)"
Sebastian: "(Kaget) apa lagi ini ?!"
Rico pun dan Intan masuk kedalam ruangan tersebut, lalu dia pun bertemu dengan Sebastian
Rico: "(Masuk) gelap sekali ruangannya"
Sebastian: "(Berkata dalam hati) gawat..! Aku harus tetap waspada (mengambil pisau)"
Rico: "(Mendekati jejak darah tersebut) (tappp...tappp...tappp)
Sebastian: "(Berkata dalam hati) sekarang..!"
Sebastian dan Rico pun saling menyergap
Rico: "(Kaget) kau...! (Menodongkan pisaunya ke lehernya Sebastian)"
Sebastian: "(Kaget) (Menodongkan pisaunya ke lehernya Rico)"
Intan: "!"
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya.
Mereka pun bertemu lagi, lalu bagaimana dengan keadaan Dicky ?
Ikuti terus kisah Life Story Minggu depan...
Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar