Murid Baru Yang Mengejutkan
Intan pun mendekati semak2 tersebut
Intan: "(Kaget) ?!"
Sebastian: "Intan, ada apa ?!"
Sebastian, Dicky, dan Rico pun mendekati Intan
Intan: "Ini kan ?!"
Sebastian, Dicky, Rico: "Topi satpam milik Pak Sandy...!"
Intan: "(Kaget) ini ?! Tidak mungkin !"
Dicky: "(Berkata dalam hati) lagi2.. apakah ini perbuatan Iblis sialan itu ?!"
Rico: "Siall...! Apa yg terjadi dengan Pak Sandy ?!"
Sebastian: "Apa yg harus kita lakukan sekarang ?! Sekarang Pak Sandy telah menghilang !"
Rico: "Apakah ini perbuatan Iblis sialan itu lagi ?! Siall...!"
Intan: "(Gemetar) mu..mungkin saja Co..!"
Sebastian: "Kalo menurutku tidak mungkin ini perbuatan Iblis itu..!"
Dicky: "Bagaimana kamu bisa seyakin itu Bas ?!"
Sebastian: "Iya, aku yakin karena (flashback)"
Skull: "Darah ?! Darah siapa itu ? (Mendekati genangan darah itu) sepertinya tadi ada seseorang yg menguping pembicaraanku ! Jika kulihat baik2 darah ini masuk ke ruangan sebelah. Lebih baik aku kesana ! (Mengikuti jejak darah tersebut dan menuju kelas sebelah)"
Sebastian: "(Berkata dalam hati) gawat ! Dia menuju kesini. Aku harus bagaimana !"
Skull pun semakin mendekati ruangan tersebut
Sebastian: "(Berkata dalam hati) sial Apa yg harus kulakukan !"
Skull pun semakin dekat
Sebastian: "(Berkata dalam hati) sial..! Tidak ada cara lain lagi selain melawannya jika dia berhasil menemukanku !"
Ketika Skull ingin membuka pintu ruangan tersebut tiba2 saja terjadi sesuatu
Skull: "(Bunyi bel dimensi lain) (takkk...takkk..takkkk) huh.. sudah benar2 habis ya waktuku (menghilang) (wusss...!)"
Sebastian: "(Kaget dan berkata dalam hati) su..suara itu..! Da..darimana asalnya, ba..bagaimana bisa di..dia menghilang... (kaget)"
(Kembali seperti semula)
Sebastian: "Jadi aku simpulkan, pasti ada orang lain lagi yg menculik Pak Sandy selain Iblis sialan itu"
Rico: "Hmmmm.. kalo dibilang ada benarnya juga sih kata Sebastian"
Dicky: "Jadi, sekarang lebih baik kita pulang dulu. Kasus ini kita lanjutkan besok saja disekolah. Jadi, sekarang topi milik Pak Sandy kita bawa dulu untuk sementara"
Rico: "Iya, kamu benar Dick.."
Sebastian: "Yaudah, sekarang kita pulang.. (mengambil topi Pak Sandy) (takk..)"
Intan: "Emmmm..."
Mereka pun pulang kerumah bersama2, namun ditempat lain terjadi sesuatu yg tidak terduga
Pak Sandy: "(Terbangun dari pingsannya) uh... (kaget) a..apa2an ini ?! Lepaskan aku..!"
?: "(Tertawa kecil) Rupanya kamu sudah bangun ya, Pak tua..! (Berbicara ditempat gelap)"
Pak Sandy: "Siapa kamu ?!"
?: (Tertawa kecil) gahaha.. aku adalah... (menunjukkan dirinya yg sebenarnya)"
Pak Sandy: "(Kaget) ka... kauu...!!"
?: "(Tertawa kecil) gahahaha.."
Latar pindah ke mereka berempat
Rico: "Teman2. Aku merasa ganjil dengan hilangnya Pak Sandy"
Sebastian: "Memangnya ganjil kenapa Co ?!"
Rico: "Iya, aku merasa ada yg aneh"
Dicky: "Sudahlah Co, besok kita bicarakan lagi disekolahan. Jadi untuk sekarang, kita istirahat dulu sejenak karna waktu sudah hampir menjelang pagi"
Rico: "Iya"
Mereka pun berjalan terus hingga sampai pada rumah mereka. Lalu waktu pun menunjukkan pukul 06:00 pagi hari
(Bunyi jam weker)
Rico: "(Melihat jam weker dan kaget) siall...! aku kesiangan...! (Bangun lalu pergi menuju kamar mandi)"
Sebastian: "Uh... kamu sudah bangun Co ?!"
Rico: "Hah, cepat sekali Bas. Kamu sudah bangun duluan, lalu sudah mandi"
Sebastian: "Hah, iya. Cepat mandi sana..!"
Rico: "Iya (menuju kamar mandi)"
Rico pun mandi. Waktu pun berlalu, lalu mereka pun berangkat sekolah
Sebastian: "Co. Kamu merasa ada yg janggal tidak dengan hilangnya Pak Sandy ?"
Rico: "Aku merasa ada yg janggal juga, lagipula jika Pak Sandy diserang dari belakang oleh musuhnya maka topinya akan terjatuh dan tidak ada bercak darah sedikitpun"
Sebastian: "Hmmmm.. benar juga apa kata2mu Co"
Rico: "Iya. Nanti kita bicarakan lagi saja disekolah bersama Intan dan Dicky"
Sebastian: "Iya"
Akhirnya mereka pun sampai disekolah
(Suara bel sekolah) (tengg..tengg)
Rico dan Sebastian pun berlari buru2 menuju ruang kelas
Rico: "Cepat Bas, cepat..! Jangan2 kelas sudah dimulai..!"
Sebastian: "Iya Co, kita harus cepat..!"
Akhirnya mereka berdua pun sampai dikelas
Rico: "(Nafas tergesa2 dan berteriak) apakah aku terlambat ?! (Suara dobrakan pintu) (duakkk..!)"
Suasana kelas pun menjadi sunyi
Sebastian: "(Nafas tergesa2)"
Intan: "Kalian ?! (Bangun dan mendekati Rico dan Sebastian) kenapa kalian tergesa2 begitu ?"
Rico: "(Malu) a..aku takut kita berdua terlambat masuk"
Sebastian: "(Nafas terengah2)"
Intan: "Sudahlah, sekarang kalian masuk. Tapi sekarang aku juga ingin kalian berdua tidak terlambat lagi, oke (mengedipkan sebelah matanya)"
Rico: "I.. iya"
Intan: "(Tersenyum)"
Mereka pun masuk kelas, lalu menjelang beberapa menit guru mereka pun masuk kelas
Bu Sinta: "(Berjalan menuju meja guru) (tapp..tapp..tapp) (menaruh beberapa buku dimejanya) (duduk) (dugg..!) Anak2 hari ini kelas kita kedatangan teman baru"
Semua murid pun berbicara
Semua murid: "Hah.. anak baru, siapa dia ? Laki2 atau perempuan ya ?"
Bu Sinta: "Semuanya sudah diam. Nah sekarang kamu boleh masuk"
?: "Cih..! (Masuk kelas)"
Semua murid pun terkagum2 kecuali Rico dan Sebastian
Murid: "Wahh... tampan sekali.. (mata kagum) ini seperti disurga saja (tertawa kecil) hihihi"
Rico: "Cihh.. tampan darimana..! Menurutmu dia itu bagaimana Bas ?"
Sebastian: "(Wajah bosan) biasa2 saja. Padahal aku kan ingin anak barunya itu perempuan (wajah mesum)"
Rico: "Kenapa kamu mengiginkan itu bodoh..! (Menepuk kepala Sebastian)"
Sebastian: "Duh..duhh... (tertawa kecil) jahaha.. karna aku ini penggila wanita !"
Rico: "Dasar bodoh..! (Menepuk kepala Sebastian)"
Bu Sinta: "Sudah kalian semua harap diam. Sekarang perkenalkan dirimu"
Angga: "Perkenalkan namaku Angga P. Devil, aku biasa dipanggil Angga. Senang berkenalan dengan kalian"
Rico: "P. Devil ? Apa2an nama itu ?!"
Sebastian: "Devil..?! (Berpikir tentang Iblis) namanya seperti Iblis saja"
Bu Sinta: "Nah, sekarang kamu silakan duduk disebelah Intan"
Angga: "Iya"
Intan: "(Kaget dan malu2) uh...!"
Angga: "(Duduk)"
Intan: "(Berkata dalam hati) di..dia tampan sekali (kagum)"
Angga: "Uh.. ada apa kamu melihatiku seperti itu ?!"
Intan: "(Kaget) uh. Tidak2 tidak apa2 Kok (malu2 dan muka memerah)"
Sebastian: "Co. Sikapnya Intan aneh sekali semenjak anak baru itu duduk dengan dia"
Rico: "Hah. Mana aku tau, apa jangan2 kamu cemburu yaa..! (Meledek)"
Sebastian: "Dih.. apa2an..! Sudahlah sekarang kita perhatikan bu Sinta mengajar"
Rico: "Ciee..cie.. (meledek)"
Sebastian: "!!!"
Mereka pun mulai mengikuti pelajaran Bu Sinta, waktu pun berlalu. Lalu bel istirahat pun berbunyi
(Tengg..tengg..tengg)
Rico: "Kita istirahat yuk Bas"
Sebastian: "Iya"
Sementara itu..
Intan: "Uh.. anu.. kamu mau tidak istirahat bareng aku"
Angga: "(Nada cuek) tidak..! (Membuka buku novel)
Intan: "Umm.. yaudah (sedih)"
Sebastian: "(Jengkel) apa2an Intan itu..!"
Rico: "Intan, ayo kita istirahat..!"
Intan: "Mmm.."
Mereka pun pergi kekantin sekolah dan duduk dimeja makan bersama
Intan: "Dicky, mana ya ?!"
Rico: "Entah. Mungkin dia masih berada didalam kelas"
Beberapa saat kemudian Dicky pun datang
Sebastian: "Nah, itu dia si Dicky (bangun dan melambaikan tangannya) hey Dicky..! Kami disini !"
Dicky: "(Menuju meja makan mereka lalu duduk)"
Intan: "Hey Dicky, kamu tau tidak. Ada anak baru dikelas kami ?"
Dicky: "Huh, anak baru ? Siapa namanya ?!"
Intan: "Namanya adalah.."
Sebastian: "(Memotong pembicaraan) sudahlah Intan, kamu membuatku jengkel saja (jengkel)"
Dicky: "Huh ?!"
Rico: "Namanya adalah Angga P. Devil..."
Dicky: "(Kaget dan berkata dalam hati) Hah..! P... P... P. Devil ?! (Mengingat Skull kembali)"
Dicky pun mulai teringat kembali dengan Skull, ketika ia mendengar nama P. Devil
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya ?
Ikuti terus kisah Life Story Minggu depan...
Bersambung...
Intan: "(Kaget) ?!"
Sebastian: "Intan, ada apa ?!"
Sebastian, Dicky, dan Rico pun mendekati Intan
Intan: "Ini kan ?!"
Sebastian, Dicky, Rico: "Topi satpam milik Pak Sandy...!"
Intan: "(Kaget) ini ?! Tidak mungkin !"
Dicky: "(Berkata dalam hati) lagi2.. apakah ini perbuatan Iblis sialan itu ?!"
Rico: "Siall...! Apa yg terjadi dengan Pak Sandy ?!"
Sebastian: "Apa yg harus kita lakukan sekarang ?! Sekarang Pak Sandy telah menghilang !"
Rico: "Apakah ini perbuatan Iblis sialan itu lagi ?! Siall...!"
Intan: "(Gemetar) mu..mungkin saja Co..!"
Sebastian: "Kalo menurutku tidak mungkin ini perbuatan Iblis itu..!"
Dicky: "Bagaimana kamu bisa seyakin itu Bas ?!"
Sebastian: "Iya, aku yakin karena (flashback)"
Skull: "Darah ?! Darah siapa itu ? (Mendekati genangan darah itu) sepertinya tadi ada seseorang yg menguping pembicaraanku ! Jika kulihat baik2 darah ini masuk ke ruangan sebelah. Lebih baik aku kesana ! (Mengikuti jejak darah tersebut dan menuju kelas sebelah)"
Sebastian: "(Berkata dalam hati) gawat ! Dia menuju kesini. Aku harus bagaimana !"
Skull pun semakin mendekati ruangan tersebut
Sebastian: "(Berkata dalam hati) sial Apa yg harus kulakukan !"
Skull pun semakin dekat
Sebastian: "(Berkata dalam hati) sial..! Tidak ada cara lain lagi selain melawannya jika dia berhasil menemukanku !"
Ketika Skull ingin membuka pintu ruangan tersebut tiba2 saja terjadi sesuatu
Skull: "(Bunyi bel dimensi lain) (takkk...takkk..takkkk) huh.. sudah benar2 habis ya waktuku (menghilang) (wusss...!)"
Sebastian: "(Kaget dan berkata dalam hati) su..suara itu..! Da..darimana asalnya, ba..bagaimana bisa di..dia menghilang... (kaget)"
(Kembali seperti semula)
Sebastian: "Jadi aku simpulkan, pasti ada orang lain lagi yg menculik Pak Sandy selain Iblis sialan itu"
Rico: "Hmmmm.. kalo dibilang ada benarnya juga sih kata Sebastian"
Dicky: "Jadi, sekarang lebih baik kita pulang dulu. Kasus ini kita lanjutkan besok saja disekolah. Jadi, sekarang topi milik Pak Sandy kita bawa dulu untuk sementara"
Rico: "Iya, kamu benar Dick.."
Sebastian: "Yaudah, sekarang kita pulang.. (mengambil topi Pak Sandy) (takk..)"
Intan: "Emmmm..."
Mereka pun pulang kerumah bersama2, namun ditempat lain terjadi sesuatu yg tidak terduga
Pak Sandy: "(Terbangun dari pingsannya) uh... (kaget) a..apa2an ini ?! Lepaskan aku..!"
?: "(Tertawa kecil) Rupanya kamu sudah bangun ya, Pak tua..! (Berbicara ditempat gelap)"
Pak Sandy: "Siapa kamu ?!"
?: (Tertawa kecil) gahaha.. aku adalah... (menunjukkan dirinya yg sebenarnya)"
Pak Sandy: "(Kaget) ka... kauu...!!"
?: "(Tertawa kecil) gahahaha.."
Latar pindah ke mereka berempat
Rico: "Teman2. Aku merasa ganjil dengan hilangnya Pak Sandy"
Sebastian: "Memangnya ganjil kenapa Co ?!"
Rico: "Iya, aku merasa ada yg aneh"
Dicky: "Sudahlah Co, besok kita bicarakan lagi disekolahan. Jadi untuk sekarang, kita istirahat dulu sejenak karna waktu sudah hampir menjelang pagi"
Rico: "Iya"
Mereka pun berjalan terus hingga sampai pada rumah mereka. Lalu waktu pun menunjukkan pukul 06:00 pagi hari
(Bunyi jam weker)
Rico: "(Melihat jam weker dan kaget) siall...! aku kesiangan...! (Bangun lalu pergi menuju kamar mandi)"
Sebastian: "Uh... kamu sudah bangun Co ?!"
Rico: "Hah, cepat sekali Bas. Kamu sudah bangun duluan, lalu sudah mandi"
Sebastian: "Hah, iya. Cepat mandi sana..!"
Rico: "Iya (menuju kamar mandi)"
Rico pun mandi. Waktu pun berlalu, lalu mereka pun berangkat sekolah
Sebastian: "Co. Kamu merasa ada yg janggal tidak dengan hilangnya Pak Sandy ?"
Rico: "Aku merasa ada yg janggal juga, lagipula jika Pak Sandy diserang dari belakang oleh musuhnya maka topinya akan terjatuh dan tidak ada bercak darah sedikitpun"
Sebastian: "Hmmmm.. benar juga apa kata2mu Co"
Rico: "Iya. Nanti kita bicarakan lagi saja disekolah bersama Intan dan Dicky"
Sebastian: "Iya"
Akhirnya mereka pun sampai disekolah
(Suara bel sekolah) (tengg..tengg)
Rico dan Sebastian pun berlari buru2 menuju ruang kelas
Rico: "Cepat Bas, cepat..! Jangan2 kelas sudah dimulai..!"
Sebastian: "Iya Co, kita harus cepat..!"
Akhirnya mereka berdua pun sampai dikelas
Rico: "(Nafas tergesa2 dan berteriak) apakah aku terlambat ?! (Suara dobrakan pintu) (duakkk..!)"
Suasana kelas pun menjadi sunyi
Sebastian: "(Nafas tergesa2)"
Intan: "Kalian ?! (Bangun dan mendekati Rico dan Sebastian) kenapa kalian tergesa2 begitu ?"
Rico: "(Malu) a..aku takut kita berdua terlambat masuk"
Sebastian: "(Nafas terengah2)"
Intan: "Sudahlah, sekarang kalian masuk. Tapi sekarang aku juga ingin kalian berdua tidak terlambat lagi, oke (mengedipkan sebelah matanya)"
Rico: "I.. iya"
Intan: "(Tersenyum)"
Mereka pun masuk kelas, lalu menjelang beberapa menit guru mereka pun masuk kelas
Bu Sinta: "(Berjalan menuju meja guru) (tapp..tapp..tapp) (menaruh beberapa buku dimejanya) (duduk) (dugg..!) Anak2 hari ini kelas kita kedatangan teman baru"
Semua murid pun berbicara
Semua murid: "Hah.. anak baru, siapa dia ? Laki2 atau perempuan ya ?"
Bu Sinta: "Semuanya sudah diam. Nah sekarang kamu boleh masuk"
?: "Cih..! (Masuk kelas)"
Semua murid pun terkagum2 kecuali Rico dan Sebastian
Murid: "Wahh... tampan sekali.. (mata kagum) ini seperti disurga saja (tertawa kecil) hihihi"
Rico: "Cihh.. tampan darimana..! Menurutmu dia itu bagaimana Bas ?"
Sebastian: "(Wajah bosan) biasa2 saja. Padahal aku kan ingin anak barunya itu perempuan (wajah mesum)"
Rico: "Kenapa kamu mengiginkan itu bodoh..! (Menepuk kepala Sebastian)"
Sebastian: "Duh..duhh... (tertawa kecil) jahaha.. karna aku ini penggila wanita !"
Rico: "Dasar bodoh..! (Menepuk kepala Sebastian)"
Bu Sinta: "Sudah kalian semua harap diam. Sekarang perkenalkan dirimu"
Angga: "Perkenalkan namaku Angga P. Devil, aku biasa dipanggil Angga. Senang berkenalan dengan kalian"
Rico: "P. Devil ? Apa2an nama itu ?!"
Sebastian: "Devil..?! (Berpikir tentang Iblis) namanya seperti Iblis saja"
Bu Sinta: "Nah, sekarang kamu silakan duduk disebelah Intan"
Angga: "Iya"
Intan: "(Kaget dan malu2) uh...!"
Angga: "(Duduk)"
Intan: "(Berkata dalam hati) di..dia tampan sekali (kagum)"
Angga: "Uh.. ada apa kamu melihatiku seperti itu ?!"
Intan: "(Kaget) uh. Tidak2 tidak apa2 Kok (malu2 dan muka memerah)"
Sebastian: "Co. Sikapnya Intan aneh sekali semenjak anak baru itu duduk dengan dia"
Rico: "Hah. Mana aku tau, apa jangan2 kamu cemburu yaa..! (Meledek)"
Sebastian: "Dih.. apa2an..! Sudahlah sekarang kita perhatikan bu Sinta mengajar"
Rico: "Ciee..cie.. (meledek)"
Sebastian: "!!!"
Mereka pun mulai mengikuti pelajaran Bu Sinta, waktu pun berlalu. Lalu bel istirahat pun berbunyi
(Tengg..tengg..tengg)
Rico: "Kita istirahat yuk Bas"
Sebastian: "Iya"
Sementara itu..
Intan: "Uh.. anu.. kamu mau tidak istirahat bareng aku"
Angga: "(Nada cuek) tidak..! (Membuka buku novel)
Intan: "Umm.. yaudah (sedih)"
Sebastian: "(Jengkel) apa2an Intan itu..!"
Rico: "Intan, ayo kita istirahat..!"
Intan: "Mmm.."
Mereka pun pergi kekantin sekolah dan duduk dimeja makan bersama
Intan: "Dicky, mana ya ?!"
Rico: "Entah. Mungkin dia masih berada didalam kelas"
Beberapa saat kemudian Dicky pun datang
Sebastian: "Nah, itu dia si Dicky (bangun dan melambaikan tangannya) hey Dicky..! Kami disini !"
Dicky: "(Menuju meja makan mereka lalu duduk)"
Intan: "Hey Dicky, kamu tau tidak. Ada anak baru dikelas kami ?"
Dicky: "Huh, anak baru ? Siapa namanya ?!"
Intan: "Namanya adalah.."
Sebastian: "(Memotong pembicaraan) sudahlah Intan, kamu membuatku jengkel saja (jengkel)"
Dicky: "Huh ?!"
Rico: "Namanya adalah Angga P. Devil..."
Dicky: "(Kaget dan berkata dalam hati) Hah..! P... P... P. Devil ?! (Mengingat Skull kembali)"
Dicky pun mulai teringat kembali dengan Skull, ketika ia mendengar nama P. Devil
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya ?
Ikuti terus kisah Life Story Minggu depan...
Bersambung...