Minggu, 20 Maret 2016

Chapter 3 Life Story

Keadaan pun hening.
Suara angin) (wunggg...wunggg) Dicky pun bingung dengan keadaannya saat ini. Mereka bertiga pun pergi, lalu Dicky pun memanggil mereka kembali
Dicky: "Hey kalian semua ! Ayo kita lakukan ekspedisinya !"
Intan: "(Senang)"
Rico: "Apakah kamu sudah yakin ?"
Dicky: "Iya !"
Sebastian: "Baiklah, ekspedisi akan kita mulai nanti malam !"
Sebastian: "Baiklah !"
Rico: "Iya (tersenyum) semuanya ayo kita kembali !"
Intan: "Iya !"
Sebastian: "Kamu jangan lupa, datang kedepan pintu gerbang pukul 9 malam nanti !"
Dicky: "Iya, aku mengerti"
Sebastian: "Iya"
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan Dicky lalu mereka pun masuk kekelas masing2
Rico: "(Duduk)"
Sebastian: "(Duduk) Co, apakah kamu yakin dia akan ikut dengan kita melakukan ekspedisi nanti malam ?!"
Rico: "Iya aku sangat yakin. Aku sudah melihat dari raut wajahnya bahwa dia serius akan melakukannya !"
Sebastian: "Baiklah aku percaya itu !"
Guru pun masuk kekelas mereka, mereka pun belajar hingga bel pulang (Kringgg...kringgg....kringgg)"
Guru: "Anak2 pelajaran hari ini sudah selesai. Waktunya kalian untuk pulang !"
Murid: "Baik bu..!"
Guru pun keluar kelas, lalu seluruh murid pun pulang bersama2
Rico: "(Bangun) Bas, ayo kita pulang !"
Sebastian: "Iya Co (berjalan keluar kelas)"
Intan: "Co, Bas. Aku boleh pulang bareng dengan kalian tidak ?"
Rico: "Uh.. ayo Tan jika kamu ingin pulang bersama dengan kami (tersenyum)"
Intan: "Ehm (tersenyum)"
Mereka bertiga pun pulang bersama, diperjalanan mereka pun berbincang2
Intan: "Co, apakah nanti kita bertiga dan dia akan melakukan ekspedisi malam ini ?"
Sebastian: "?!"
Rico: "Iya, apakah kamu keberatan ? Atau kamu tidak ingin ikut dengan kita ?!"
Intan: "Bukan seperti itu Co, aku hanya ingin memberitau saja. Besok kita kan sekolah masuk pagi, apakah bisa kita tidak pulang larut malam ?!"
Rico: "Yaa pasti bisa kita pulang tidak akan sampai larut malam nanti !"
Sebastian: "Percayakan saja padanya. Intan !"
Intan: "(Termenung) iya"
Mereka pun sampai di pertigaan jalan
Intan: "(Berhenti dan terdiam)"
Rico: "(Berhenti) uh..? Kenapa kamu berhenti Tan ?"
Intan: "(Tertawa) ahhh, maaf sampai sini saja kita pulang barengnya"
Sebastian: "Bukankah kamu satu arah dengan kami ?"
Intan: "Aku memang satu arah dengan kalian, tapi setelah sampai dipertigaan ini kita harus pisah. Karna rumahku berada di jalan ini (menunjuk ke arah kiri)"
Rico: "Uh.. jadi begitu, baiklah sampai nanti (melambaikan tangan dan berjalan)"
Sebastian: "(Berjalan)"
Intan: "(Melambaikan tangan) sampai bertemu kembali kalian semua !"
Mereka pun berpisah dijalan itu
Suara burung sore (cittt...cittt...cittt) waktu pun berubah menjadi malam. Latar pindah ke Rico dan Sebastian
Rico: "Bas, apakah kamu sudah mempersiapkan semuanya ?"
Sebastian: "Iya, aku sudah mempersiapkan semuanya !"
Rico dan Sebastian pun bersiap2. Latar pindah ke Intan
Intan: "(Pergi keluar membawa tas)"
Intan pun ketahuan oleh Ibunya
Febiola: "(Marah) Intan ! Kamu ingin pergi kemana ?!"
Intan: "(Gagu) anu...anu... uhhh... aku... aku... ak---"
Febiola: "(Memotong pembicaraan) kamu kalo ngomong yg benar ! Jangan gagu seperti itu, cepat katakan kamu ingin pergi kemana ?!"
Intan: "Aku.. aku ingin pergi kerumah teman bu"
Febiola: "Kerumah teman ?! Jika kerumah teman kenapa kamu membawa tas !"
Intan: "(Kaget dan berkata dalam hati) gawat ! Alasan apa lagi yg harus aku buat ?! Sial ! Sial ! Sial !"
Febiola: "Kenapa kamu diam seperti itu Intan ! Cepat jawab pertanyaan Ibu !"
Intan: "Aku membawa tas karena ak---"
Ayah Intan pun memotong pembicaraan Intan
Kosasih: "Ada apa ini ribut2 ?! Jika kau ingin pergi, pergi saja nak. Ayah mengizinkanmu pergi jika Ibu tak mengizinkanmu untuk pergi (tertawa)"
Intan: "? Apa kau yakin Yah ?"
Kosasih: "Iya ! Cepatlah kamu pergi untuk bersenang2 dengan teman2mu"
Intan: "Ehm (senang dan pergi)"
(Menutup pintu) (krekkkk....)
Intan pun pergi dan menuju sekolahnya sendirian
Febiola: "Ayah ! Kenapa kau membiarkannya dia pergi begitu saja ?!"
Kosasih: "Sudahlah bu dia ini kan sudah besar, jadi kita harus membiarkannya dia bersenang2 diluar sana !"
Febiola: "Jika terjadi apa2 dengan dia. Ayah harus bertanggung jawab !"
Kosasih: "(Terdiam) uhhh... sungguh merepotkanku saja, baiklah2 aku akan bertanggung jawab jika dia terjadi apa2. Hari ini Ibu masak apa ?"
Febiola: "Tidak tau (jutek)"
Kosasih: "Ayolah bu, jangan seperti itu !"
Latar pindah ke Dicky
Dicky: "Sepertinya hari ini aku akan membuktikannya bersama orang yg baru saja kukenal (merangkul tas dan berjalan keluar) mudah2an saja tidak terjadi apa2 padaku hari ini (membuka dan menutup) (krekkk)"
Skull: "(Tertawa) sepertinya malam ini akan menarik sekali bagiku"
Ada sesuatu yg aneh diatas tiang listrik itu. Ada Monster yg sedang berdiri diatasnya lalu pergi terbang entah kemana (wunggg..) (pakkk...pakkkk..pakkk)
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya
Apakah mereka akan benar2 melakukan ekspedisi malam ini ?
Ikuti terus kisah LIFE STORY Minggu depan...
Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar