Pertemuan
(Pada suatu hari lahirlah kedunia seorang anak laki-laki yang bernama Puma Rico, ia lahir ketika keluarganya terbunuh oleh orang yang masih belum diketahui namanya, Dan inilah kisah kehidupan Puma Rico)
Waktu sudah menunjukkan pukul 07:00 WIB
Rico: "(Menguap) (hoamppp) Sudah pagi...! Baiklah semangat...! Waktu sudah pagi (bangun dan keluar dari rumah)"
Ketika ia keluar dari rumah, ia sangat lapar dan ingin makan, dan ia berpikir akan mencuri sebuah makanan dari orang lain
Rico: "Aku lapar (lemas) bagaimana ya caranya supaya perutku ini bisa kenyang (berpikir) Oiya, bagaimana kalo aku mencuri sebuah makanan dari orang lain, oke baiklah sudah kuputuskan..!"
Ketika ia mencuri, ia ketahuan dan dimaki2 oleh orang yang sudah dicuri oleh Rico
Warga: "Kamu masih kecil sudah belajar mencuri..! Ingin jadi apa nanti kamu ?"
Rico "Ma..maafkan aku (sedih) pak, aku tidak bermaksud mencuri. Dan aku mencuri dalam keadaan terdesak, sekali lagi maafkan aku pak (sedih)"
Warga: "Sudah kamu pulang sana..! Dan terimalah makanan ini"
Rico: "(Tersenyum) terima kasih pak"
Rico pun pulang dengan keadaan bahagia namun tercaci
Rico: "Baiklah aku akan berjuang menjadin orang baik dan menjadi orang yang diakui oleh masyarakat...! (duduk dibawah pohon dan memakan makanannya)"
Hari pun berganti. Waktu menunjukkan pukul 06:00 WIB dan hari pertama masuk sekolah pun telah tiba
Rico: "Ahhh sial...! Aku terlamba...! (Mandi dengan buru2)"
Rico pun berangkat sekolah dengan terburu2
Rico: "(Berlari) (tappp...tappp....tappp) siall,,,,!"
Rico pun terus berlari. Dan akhirnya dia pun sampai disekolah tepat waktu, ia pun sekarang duduk dikelas 1 SMK, Lalu dia pun duduk dengan si pendiam yang bernama Erlangga Sebastian
Rico: "(Berkata dalam hati)n kenapa dia diam seperti itu apakah dia sedang berada dalam masalah ?"
Rico: (Berkata kepada Sebastian) heyy..! Perkenalkan namaku Rico, namamu siapa ?"
Sebastian: "Aku Erlangga Sebastian. Senang berkenalan denganmu"
Rico: "(Tersenyum) iya. Oiya Bas kamu kenapa kok daritadi murung terus seperti itu ?"
Sebastian: "Gapapa Co, aku bersedih karna aku sedang memikirkan sekarang aku tidak mempunyai keluarga (sedih)"
Rico: "Memangnya keluarga kamu kenapa Bas ?"
Sebastian: "Keluargaku dibantai oleh kakakku sendiri, dia sangat kejam ! (Mengepal tangan)"
Rico: "Sudahlah Bas, kehidupanmu itu sama halnya denganku, aku tidak mempunyai keluarga sejak aku dilahirkan, dan aku dirawat oleh Bibiku"
Sebastian: "Hmmm, ternyata kehidupan kita sama halnya seperti ini !"
Rico: "Iya Bas. Bas, bagaimana kalo kita hidup berdua dalam satu rumah sebagai teman dan menjalani kehidupan kita sendiri tanpa keluarga ? Bagaimana kalo kita mandiri, dan akan menjadi sahabat untuk selamanya ? Kamu setuju tidak ?"
Sebastian: "Baiklah aku setuju, dan kita mulai kehidupan kita yg sebenarnya esok hari"
Rico: "Iya Bas. Besok aku akan bilang kepada bibiku"
Sebastian: "Iya Co"
Waktu berlalu begitu cepat. Rico pun berkata kepada bibinya ingin hidup mandiri, lalu bibinya pun setuju jika Rico hidup mandiri, dan mereka berdua pun menjalani kehidupannya, dan mereka berdua pun menjadi sahabat sejati, dan keesokan hari mereka pun melihat seorang siswi yg bernama Putri Intan, ia dibully oleh teman2nya
Siska: "Hey kamu Intan, jangan sekali2 kamu mencari perhatian terhadap anak laki2 disekolah ini"
Intan: "(Menangis) i..iya tenang saja aku tidak akan mencari perhatian terhadap semua anak laki2 disini
(Intan pun menangis karena rambutnya dijenggut)"
Siswa: "Baguslah kalo begitu, teman2 ayo kita pergi !"
Siska dan teman2nya pun pergi, si Rico dan Sebastian merasa tak tega melihat dirinya dibully seperti itu dan si Sebastian menyarankan untuk membantunya
Sebastian: "Co, bagaimana kalo kita bantu perempuan itu"
Rico: "Ahh jangan Bas, dia nanti akan menyusahkan kalo kita bantu"
Sebastian: "Apakah kamu tidak merasa kasihan terhadap dirinya yg sudah dibully oleh teman2nya ?"
Rico: "Iya sih aku merasa kasihan, tapi kan... yasudahlah kita bantu saja dia Bas"
Sebastian: "Iya Co"
Si Rico dan Sebastian pun membantu si Intan yg sedang menangis, dan si Rico memberikan tangannnya untuk si Intan
Rico: "Hey, kamu...! Sudahlah jangan menangis terus"
Intan: "(Menangis) Uh.. kalian ini siapa ?"
Rico: "Perkenalkan namaku Rico dan ini temanku Sebastian. Lalu nama kamu ini siapa ?"
Intan: "Namaku Putri Intan, kalian dari kelas berapa ?"
Sebastian: "Dari kelas X Ak 2 lalu kamu dari kelas berapa ?"
Intan: "Sama dengan kalian, berarti kita sekelas (tersenyum)"
Sebastian: "Mungkin (tersenyum) uhhh.. ngomong2 apakah kamu ini anak baru ?
Intan: "(Tersenyum) hmmm iya, aku ini anak baru. Tapi terima kasih kalian telah tidak membuatku sedih lagi"
Sebastian: "Emphh, sama2 kok (tersenyum ceria)"
Intan: "Senang bisa bertemu dengan kalian (tersenyum)"
Rico: "Iya senang juga bisa bertemu denganmu (sambil tersenyum)"
Mereka pun berkenalan dan masuk kelas bersama, suatu hari Rico dan Sebastian pun bertanya sesuatu kepada Intan
Rico: "Intan, apakah kamu ingin menjadi teman kami berdua ?"
Intan: "Menjadi teman kalian berdua ? Tentu saja aku ingin menjadi teman kalian berdua, bahkan sebelum kalian bertanya seperti ini. Aku sudah menganggap kalian berdua ini temanku (tersenyum)"
Rico: "Jika begitu bagus sekali (tersenyum)"
Intan: "Iya teman2 (tersenyum)"
Rico: "Bas.. Tan, bagaimana kalo kita bikin sebuah tim !"
Intan: "Sebuah tim ? Tim apaan Co ?!"
Rico: "Sebuah tim kecil pemburu Hantu ! Kalian setuju tidak ?"
Sebastian: "Hmmm,, bagaimana ya (bingung) baiklah aku setuju. Bagaimana denganmu Tan ?"
Intan: "Baiklah, aku juga setuju"
Rico: "Baiklah, tim ini resmi kita dirikan (tersenyum)"
Sebastian: "Iya Co !"
Intan: "Terlebih dahulu kita kasih nama tim kita ini Co..!"
Rico: "Oiya aku lupa (tertawa malu) Yaudah, kalian setujunya tim ini kita beri nama apa ?"
Sebastian: "Bagaimana kalo kita beri nama Ghost Hunter ?"
Rico: "Hmmm,, boleh juga Bas.. tapi nama itu sudah pasaran !"
Sebastian: "Hmmm.. apa ya ? (bingung)"
Intan: "Bagaimana kalo kita beri nama tim kita ini, tim Risetan !"
Rico: "Risetan ? Dapat ide dari mana kamu Tan ?"
Intan: "Dari nama kita bertiga (tertawa) (hehehe)"
Sebastian: "Boleh juga tuh Co (senang)"
Rico: "Hmm. Bisa juga sih nama itu, yaudah tim ini resmi kita beri nama Risetan !"
Sebastian: "Okke (tersenyum)"
Mereka pun bergembira bersama karna membuat sebuah tim pemburu hantu
Intan: "(Mengingat kejadian kemarin)"
Sebastian: "Uh.. ada apa Tan ?"
Intan: "Aku sedang mengingat2, kemarin aku mendengarkan cerita. Ada seorang anak dari kelas X Ak 1 melihat ada sesosok hantu berbadan tinggi sedang melewati lorong ini !"
Rico: "Apakah itu semua benar ?!"
Intan: "Aku juga tidak tau.. lebih baik besok kita tanya saja kepada anak itu !"
Sebastian: "Yaudah, ekspedisi kita anggap akan dimulai besok. Oke ! (Mengancungkan jempol)
Rico: "Iya (senang)"
Intan: "Baik (tersenyum)"
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya
Dan tim Risetan pun, memulai ekspedisinya pada esok hari...
Bersambung...
Rico: "(Berkata dalam hati)n kenapa dia diam seperti itu apakah dia sedang berada dalam masalah ?"
Rico: (Berkata kepada Sebastian) heyy..! Perkenalkan namaku Rico, namamu siapa ?"
Sebastian: "Aku Erlangga Sebastian. Senang berkenalan denganmu"
Rico: "(Tersenyum) iya. Oiya Bas kamu kenapa kok daritadi murung terus seperti itu ?"
Sebastian: "Gapapa Co, aku bersedih karna aku sedang memikirkan sekarang aku tidak mempunyai keluarga (sedih)"
Rico: "Memangnya keluarga kamu kenapa Bas ?"
Sebastian: "Keluargaku dibantai oleh kakakku sendiri, dia sangat kejam ! (Mengepal tangan)"
Rico: "Sudahlah Bas, kehidupanmu itu sama halnya denganku, aku tidak mempunyai keluarga sejak aku dilahirkan, dan aku dirawat oleh Bibiku"
Sebastian: "Hmmm, ternyata kehidupan kita sama halnya seperti ini !"
Rico: "Iya Bas. Bas, bagaimana kalo kita hidup berdua dalam satu rumah sebagai teman dan menjalani kehidupan kita sendiri tanpa keluarga ? Bagaimana kalo kita mandiri, dan akan menjadi sahabat untuk selamanya ? Kamu setuju tidak ?"
Sebastian: "Baiklah aku setuju, dan kita mulai kehidupan kita yg sebenarnya esok hari"
Rico: "Iya Bas. Besok aku akan bilang kepada bibiku"
Sebastian: "Iya Co"
Waktu berlalu begitu cepat. Rico pun berkata kepada bibinya ingin hidup mandiri, lalu bibinya pun setuju jika Rico hidup mandiri, dan mereka berdua pun menjalani kehidupannya, dan mereka berdua pun menjadi sahabat sejati, dan keesokan hari mereka pun melihat seorang siswi yg bernama Putri Intan, ia dibully oleh teman2nya
Siska: "Hey kamu Intan, jangan sekali2 kamu mencari perhatian terhadap anak laki2 disekolah ini"
Intan: "(Menangis) i..iya tenang saja aku tidak akan mencari perhatian terhadap semua anak laki2 disini
(Intan pun menangis karena rambutnya dijenggut)"
Siswa: "Baguslah kalo begitu, teman2 ayo kita pergi !"
Siska dan teman2nya pun pergi, si Rico dan Sebastian merasa tak tega melihat dirinya dibully seperti itu dan si Sebastian menyarankan untuk membantunya
Sebastian: "Co, bagaimana kalo kita bantu perempuan itu"
Rico: "Ahh jangan Bas, dia nanti akan menyusahkan kalo kita bantu"
Sebastian: "Apakah kamu tidak merasa kasihan terhadap dirinya yg sudah dibully oleh teman2nya ?"
Rico: "Iya sih aku merasa kasihan, tapi kan... yasudahlah kita bantu saja dia Bas"
Sebastian: "Iya Co"
Si Rico dan Sebastian pun membantu si Intan yg sedang menangis, dan si Rico memberikan tangannnya untuk si Intan
Rico: "Hey, kamu...! Sudahlah jangan menangis terus"
Intan: "(Menangis) Uh.. kalian ini siapa ?"
Rico: "Perkenalkan namaku Rico dan ini temanku Sebastian. Lalu nama kamu ini siapa ?"
Intan: "Namaku Putri Intan, kalian dari kelas berapa ?"
Sebastian: "Dari kelas X Ak 2 lalu kamu dari kelas berapa ?"
Intan: "Sama dengan kalian, berarti kita sekelas (tersenyum)"
Sebastian: "Mungkin (tersenyum) uhhh.. ngomong2 apakah kamu ini anak baru ?
Intan: "(Tersenyum) hmmm iya, aku ini anak baru. Tapi terima kasih kalian telah tidak membuatku sedih lagi"
Sebastian: "Emphh, sama2 kok (tersenyum ceria)"
Intan: "Senang bisa bertemu dengan kalian (tersenyum)"
Rico: "Iya senang juga bisa bertemu denganmu (sambil tersenyum)"
Mereka pun berkenalan dan masuk kelas bersama, suatu hari Rico dan Sebastian pun bertanya sesuatu kepada Intan
Rico: "Intan, apakah kamu ingin menjadi teman kami berdua ?"
Intan: "Menjadi teman kalian berdua ? Tentu saja aku ingin menjadi teman kalian berdua, bahkan sebelum kalian bertanya seperti ini. Aku sudah menganggap kalian berdua ini temanku (tersenyum)"
Rico: "Jika begitu bagus sekali (tersenyum)"
Intan: "Iya teman2 (tersenyum)"
Rico: "Bas.. Tan, bagaimana kalo kita bikin sebuah tim !"
Intan: "Sebuah tim ? Tim apaan Co ?!"
Rico: "Sebuah tim kecil pemburu Hantu ! Kalian setuju tidak ?"
Sebastian: "Hmmm,, bagaimana ya (bingung) baiklah aku setuju. Bagaimana denganmu Tan ?"
Intan: "Baiklah, aku juga setuju"
Rico: "Baiklah, tim ini resmi kita dirikan (tersenyum)"
Sebastian: "Iya Co !"
Intan: "Terlebih dahulu kita kasih nama tim kita ini Co..!"
Rico: "Oiya aku lupa (tertawa malu) Yaudah, kalian setujunya tim ini kita beri nama apa ?"
Sebastian: "Bagaimana kalo kita beri nama Ghost Hunter ?"
Rico: "Hmmm,, boleh juga Bas.. tapi nama itu sudah pasaran !"
Sebastian: "Hmmm.. apa ya ? (bingung)"
Intan: "Bagaimana kalo kita beri nama tim kita ini, tim Risetan !"
Rico: "Risetan ? Dapat ide dari mana kamu Tan ?"
Intan: "Dari nama kita bertiga (tertawa) (hehehe)"
Sebastian: "Boleh juga tuh Co (senang)"
Rico: "Hmm. Bisa juga sih nama itu, yaudah tim ini resmi kita beri nama Risetan !"
Sebastian: "Okke (tersenyum)"
Mereka pun bergembira bersama karna membuat sebuah tim pemburu hantu
Intan: "(Mengingat kejadian kemarin)"
Sebastian: "Uh.. ada apa Tan ?"
Intan: "Aku sedang mengingat2, kemarin aku mendengarkan cerita. Ada seorang anak dari kelas X Ak 1 melihat ada sesosok hantu berbadan tinggi sedang melewati lorong ini !"
Rico: "Apakah itu semua benar ?!"
Intan: "Aku juga tidak tau.. lebih baik besok kita tanya saja kepada anak itu !"
Sebastian: "Yaudah, ekspedisi kita anggap akan dimulai besok. Oke ! (Mengancungkan jempol)
Rico: "Iya (senang)"
Intan: "Baik (tersenyum)"
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya
Dan tim Risetan pun, memulai ekspedisinya pada esok hari...
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar