Minggu, 03 April 2016

Chapter 5 Life Story

Rico: "Ti... tidak mungkin...!"
Dicky: "(Senyum licik lalu memanfaatkan situasi) si..siapa kamu ?!"
Skull: "Heh..? Kalian semua tidak perlu tau siapa aku..!"
Dicky: "Siall..! (Berdiri)"
Rico: "Tunggu Dicky ! Aku akan membantumu juga (berdiri)"
Sebastian: "Siall..! Intan ! Menjauhlah dari kami !"
Intan: "Ba...baik"
Intan pun menjauh dari mereka berempat
Skull: "(Tertawa kecil) hehehe.. apa yg ingin kalian lakukan bocah ?"
Rico: "Kami akan melawanmu !"
Skull: "Baiklah kalau begitu..!"
Rico: "Ayo teman2 ! (Maju)"
Sebastian, Dicky: "Iya (maju)"
Mereka bertiga pun bertarung melawan Hantu itu. Mereka pun terus memukul2 Skull namun Skull pun menghindarinya
Skull: "(Menghindar) apa cuma segini kekuatan kalian ?!"
Rico: "Siall.. kalau seperti ini, bagaimana aku bisa menyentuhnya !"
Sebastian: "!"
Skull pun menyerang Rico secara tiba2
Dicky: "Rico, awas !"
Rico: "Hah..!"
Dicky pun menyelamatkan Rico dari serangan Skull
Dicky: "Ahhh.. (terkena pukulan Skull) sialan kau.."
Rico: "! Kau..!"
Dicky: "(Tersenyum) tenang saja, aku baik2 saja kok"
Rico: "?!"
Dicky dan Rico pun terjatuh (bukk)
Dicky: "(Batuk darah) Uh2..."
Rico: "Dicky, apa kamu baik2 saja ?!"
Dicky: "Tenang saja Co, aku ba.. baik2 saja kok (tersenyum dan pingsan)"
Rico: "(Menangis)"
Intan: "Dicky (sedih)"
Sebastian: "Hah..! Di... Dicky..!"
Skull: "(Tertawa jahat)"
Sebastian: "Berani2nya kau menyakiti temanku Iblis sialan hah...! (Marah dan menyerang Skull)"
Sebastian pun mengambil pisau dari tas kecilnya lalu menyerang Skull (cukk..cukkk..cukkk) namun Skull pun terus menghindarinya
Skull: "(Menghindar) sudah cukup main2nya bocah..!"
Skull pun memukul Sebastian sehingga terpental
Skull: "(Memukul Sebastian)"
Sebastian: "(Bukk) ahhhh....! (Terpental) (bukkk...!)"
Rico: "Sebastian..!"
Sebastian pun berdiri kembali
Sebastian: "(Berdiri sekuat tenaga) te..tenang saja Co, aku pasti bisa mengalahkannya..! Lebih baik kau urus saja si Dicky..!"
Rico: "Kau..! (Memanggil Intan) Intan..! Jangan diam saja kau, kamu bawa Dicky ketempat aman lalu obati dia. Aku akan membantu Sebastian..!"
Intan: "Ba..baik (Membawa Dicky ketempat aman dan mengobatinya)"
Rico: "(Berdiri lalu menuju ke sebelah Kanan Sebastian) (tappp...tappp) Bas. Sebagai seorang teman aku akan membantumu melawan Iblis itu ! (Berdiri disamping Sebastian)"
Sebastian: "Okke..! Ayo kita mulai..!"
Rico: "Iya..!"
Skull: "(Tawa jahat) hehehe. Sangat menarik..! (Mengeluarkan kekuatannya) (Swinggg)"
Latar pindah ke Intan
Dicky: "(Bangun) Uh... I..Intan"
Intan: "Dicky bertahanlah, aku akan mengobatimu..!"
Dicky: "(Tersenyum) te..terima kasih banyak kamu sudah mau mengobatiku (memegang tangan Intan) (tukkk)"
Intan: "(Kaget)"
Dicky: "Intan, aku ingin memberitaukan sesuatu kepadamu"
Intan: "Mem..memberitaukan tentang apa ?!"
Dicky: "Dengarkan baik2 (bisik2)"
Intan: "(Kaget) tidak mungkin..!"
Dicky: "Maafkan aku, mungkin ini terlalu berat bagi dirimu. Walaupun kita hanya bertemu sebentar tapi aku senang bisa bertemu denganmu (tersenyum)"
Intan: "Apa yg kau katakan barusan. Apakah kamu serius ?!"
Dicky: "Iya, aku serius. Tolong jangan beritau tentang ini kepada mereka berdua. Aku mohon"
Intan: "(Sedih) ba..baiklah, selamat tinggal Dicky (menangis)"
Dicky: "(Menghapus air mata Intan) sudahlah..! Jangan bersedih lagi..!"
Intan: "Ba..baik (mengusap air matanya) Heyy Dicky..!"
Dicky: "Um.. iya ?"
Intan: "Aku senang sekali..! (Tertawa sedih)"
Latar pindah ke Rico
Rico: "Kita mulai Bas..!"
Sebastian: "Iya Co...! (Tatapan tajam dan senyum jahat)"
Rico: "Hyaaa...!!!! (Maju dan menusuk2 Skull dengan pisau miliknya) (cukk..cukk..cukk)"
Skull: "(Tertawa) khe.khe.khe, apakah kamu ingin menggunakan trik yg sama untuk melawanku. Bocah ?!"
Rico: "Cihh, kita lihat saja nanti !"
Skull: "Baiklah..!"
Rico pun terus menyerang Skull, namun...
Sebastian: "(Melempar pisaunya) (wuzzz)"
Skull: "(Berkata dalam hati) (kaget) a..apa yg dilakukan anak itu..? Kenapa dia melemparkan pisaunya ?!"
Sebastian: "Heh, jangan meremehkanku, Iblis sialan..!"
Ketika Skull sedang menghindari serangan Rico, Sebastian pun melempar pisaunya kearah Skull
Skull: "(Berkata dalam hati) hah... anak itu... sangat berbahaya..!"
(Clakkk...!) (Suara pisau yg menancap ditembok)
Skull: "(Kaget dan berkata dalam hati) ha..hampir saja pisau itu mengenaiku"
Sebastian: "Heh.. skakmat..!"
Tiba2 saja Rico pun menyerang Skull dari bawah lantai
Rico: "(Duggg..!) Rasakan ini siall..!!"
Skull: "(Kaget dan berkata dalam hati) ba..bagaimana bisa..!"
Rico pun berhasil mengenai tubuh Skull dengan pisaunya, namun sayang pisau itu menembus tubuhnya
Rico: "(Kaget) a...apa ? Kenapa bisa ?"
Skull: "Heh..skakmat ! (Memukul perut Rico) (bukkk)"
Rico: "Ahhh..! Siall (terpental) (bukkk)"
Sebastian: "Rico..!"
Rico pun terpental akibat dipukul.oleh Skull
Skull: "Dengarkanku baik2 bocah !!"
Rico: "(tukk..tukk..) (suara batu berjatuhan)"
Sebastian: "?!"
Skull: "Jika kalian ingin melukaiku dengan kekuatan kalian. Kalian harus melawanku di duniaku, karna diriku berbeda dengan kalian didunia ini..!"
Rico: "(Lemas) a.. apa maksudmu ?!"
Skull: "Karena dunia kita berbeda !"
Sebastian: "(Kaget) berbeda..? Kenapa ?"
Skull: "Karena kalian makhluk hidup akan menempuh kematian. Sedangkan aku ini adalah roh orang yg sudah mati ini dengan bentuk manusia sempurna, oleh karena itu aku bisa menyamar menjadi manusia rendahan seperti kalian !"
Rico: "(Bangun dari reruntuhan batu yg menjatuhinya) (tukk..) kenapa ?! Kenapa kamu harus datang kedunia kami hah..! (Maju)"
Skull: "(Memukul perut Rico sekali lagi dengan keras) (bukkk)"
Rico: "Ahhh...! (Muntah darah)"
Skull: "(Tertawa jahat) hehehe"
Rico: "Sial..! (Terpental) (dukkk)"
Skull: "Karena, aku akan membawa teman kalian itu keduniaku..!"
Sebastian: "?!"
Rico: "?!"
Intan: "(Menangis) uh...uh... Dicky..!"
Pertarungan kesedihan baru saja terjadi, apakah Rico dan Sebastian dapat mengalahkan Skull. Ataukah Skull yg berhasil mengalahkan mereka.
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya ?
Ikuti terus kisah Life Story Minggu depan...
Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar