Senin, 28 Maret 2016

Chapter 4 Life Story

Makhluk Aneh
Disebuah pertigaan mereka pun bertemu
(Suara angin) (wunggg...wunggg...wunggg)
Rico: "Dicky ?! Sebelum kita berangkat. Aku ingin bertanya kepada mu terlebih dahulu ?!"
Dicky: "Bertanya ?! Memangnya kamu ingin bertanya tentang apa ?"
Rico: "(Flashback)"
Diperjalanan Rico dan Sebastian pun berbincang2
Sebastian: "(Berjalan) (tappp....tappp) Co ? Apa yg akan kau lakukan jika Dicky berbohong kepada kita ?"
Rico: "Berbohong ? Apa yg kau katakan Bas ? Kita harus percaya saja padanya !"
Sebastian: "Tapi Co, jika dia----"
Rico: "(Memotong pembicaraan Sebastian) sudahlah ! Kita harus percaya saja padanya !"
Sebastian: "Baiklah Co, jika itu mau kamu !"
Rico: "Iya (kembali seperti semula) aku ingin bertanya sesuatu padamu. Apakah kamu tidak berbohong kepada kami semua ?!"
Keadaan pun tenang
Dicky: "Apa yg kau katakan ?! Jika kau tak percaya denganku lebih baik batalkan saja pembuktian ini !"
Sebastian: "Apa katamu ?! (Maju ingin menghajar Dicky)"
Rico: "(Mencegah dengan tangannya) sudahlah Bas. Baiklah ayo kita laksanakan pembuktian ini !"
Intan: "(Mata berlinang dan berkata dalam hati) apa yg terjadi dengan semua ini ?"
Sebastian: "Intan ?"
Intan: "I..iya Bas (bersedih)"
Sebastian: "Ayo kita berangkat"
Intan: "Ehm (sedih)"
Mereka semua pun berangkat menuju sekolahan mereka
Dicky: "(Tappp...tappp...tappp) (berkata dalam hati) akan kubuktian kepada mereka kalau aku ini tidak berbohong ! Pasti akan kubuktikan ! Pasti !"
Akhirnya mereka pun sampai ditempat itu
Rico: "Nah.. akhirnya kita sampai"
Dicky: "(Tatapan tajam) Pasti akan kubuktikan ! Pasti !"
Lalu seorang satpam sekolah itu pun mendekati mereka dan bertanya
Sandy: "Ada apa nak, kalian semua datang kesekolah ini malam2 begini ?"
Rico: "Uh, kami datang kemari hanya sekedar ingin melihat2 sekolah ini saja ketika sedang malam hari"
Dicky: "(Berkata dalam hati) apa2an dia itu ! (Tatapan tajam)"
Sandy: "Jika kalian tidak ada keperluannya lebih baik kalian pulang saja !"
Sebastian: "(Berkata dalam hati) gawat ! Cepat cari alasannya Co !"
Tiba2 saja Intan menyeletuk pembicaraan merek
Intan: "Uh anu, kami sedang ada tugas sekolah"
Sandy: "Tugas sekolah ?"
Intan: "I..iya tugas sekolah, kami disuruh menyelidiki sekolah kami ketika malam hari lalu mencatatnya dan dikumpulkan besok"
Sandy: "Memangnya nama guru itu siapa yg menyuruh kalian mengerjakan tugas aneh seperti itu ?"
Intan: "Hmmm.. eto"
Rico: "Guru bilang kami tidak diperbolehkan menyebut namanya ke orang lain.. (berbisik) soalnya ini tugas rahasia !"
Sandy: "(Kaget) baiklah kalian boleh masuk"
Rico: "Terima kasih Pak (tersenyum)"
Sandy: "Iya"
Rico: "Teman2 ayo kita masuk"
Sebastian, Dicky, Intan: "Iyaaa !"
Mereka pun masuk kedalam sekolah yg menyeramkan itu
Rico: "(Menyalakan senter) (takk)"
Sebastian: "Gelap sekali tempat ini"
Intan: "I..iya sangat gelap (ketakutan)"
Dicky: "Cihhh..!"
Mereka pun naik ke lantai dua
(Tap..tap..tap)
Intan pun merasakan hawa jahat yg ada didekatnya
Intan: "Hah ?! Siapa itu ?!"
Rico: "Uh.. Intan, ada apa ?"
Intan: "Ta..tadi aku merasakan ada seseorang yg sedang mengikuti kita (ketakutan)"
Rico: "Apakah kamu yakin ?"
Intan: "Iya. A..aku sangat yakin sekali jika tadi ada yg mengikuti kita (ketakutan)"
Sebastian: "Sudahlah, mungkin hanya perasaanmu saja Tan. Ayo kita lanjut jalan lagi"
Rico: "Iya"
Intan: "I..iya"
Dicky: "(Berkata dalam hati) apakah sekarang dia sudah mulai muncul ?!"
?: "(Tertawa pelan) hihihi... dasar orang2 bodoh hihihi..."
Mereka pun berjalan menyusuri kelas2 namun tidak menemukan apa2, tiba2 saja Dicky pergi ke toilet sendirian
Rico: "Hey..! Dimana Dicky ?!"
Sebastian: "Tadi dia bilang padaku dia ingin buang air kecil"
Rico: "Apa ?! Cepat cari dia !"
Sebastian: "Ca..cari dia ! Apa kamu bilang !"
Rico: "Cepat cari !"
Intan: "Ta..tapi Co"
Tiba2 saja Dicky berteriak
Dicky: "Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh !"
Rico: "Sial ! Ada apa dengannya !"
Mereka bertiga pun pergi mencari Dicky, latar pindah ke tempat Dicky
Dicky: "(Panik) si...siapa kau ?!"
Skull: "Perkenalkan aku adalah Skull"
Dicky: S...Skull ?!"
Skull: "Iya, aku datang kesini untuk membawamu !"
Dicky: "Membawaku ?!"
Skull: "Iya membawamu, apa kamu tidak ingat dengan kata2 ku waktu itu ?"
Dicky: "Iya aku mengingat semuanya ! Memangnya apa yang ingin kamu lakukan ?!"
Skull: "Yang harus kamu lakukan adalah... (bisik2)"
Dicky: "(Kaget) Iya !"
Tiba2 saja Rico, Sebastian, dan Intan datang
Dicky: "(Pura2 panik) i...itu !"
Rico: "Ada apa ?! Itu apa ?! Cepat katakan.. heyy !!"
Tiba2 saja Skull memberi mereka bertiga kekuatan tambahan seperti Dicky yg dapat melihat hantu apapun
Rico: "(Kaget) bukk.."
Sebastian: "(Kaget) i..itu (menunjuk Skull)"
Intan: "(Kaget dan berteriak) ahhhhhh....!"
Rico: "Ti... tidak mungkin...!"
Skull: "(Senyum jahat)"
Mereka semua pun bisa melihat dan merasakan hawa jahat dari makhluk aneh itu..!
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya ?
Ikuti terus kisah Life Story Minggu depan...
Bersambung...

Minggu, 20 Maret 2016

Chapter 3 Life Story

Keadaan pun hening.
Suara angin) (wunggg...wunggg) Dicky pun bingung dengan keadaannya saat ini. Mereka bertiga pun pergi, lalu Dicky pun memanggil mereka kembali
Dicky: "Hey kalian semua ! Ayo kita lakukan ekspedisinya !"
Intan: "(Senang)"
Rico: "Apakah kamu sudah yakin ?"
Dicky: "Iya !"
Sebastian: "Baiklah, ekspedisi akan kita mulai nanti malam !"
Sebastian: "Baiklah !"
Rico: "Iya (tersenyum) semuanya ayo kita kembali !"
Intan: "Iya !"
Sebastian: "Kamu jangan lupa, datang kedepan pintu gerbang pukul 9 malam nanti !"
Dicky: "Iya, aku mengerti"
Sebastian: "Iya"
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan Dicky lalu mereka pun masuk kekelas masing2
Rico: "(Duduk)"
Sebastian: "(Duduk) Co, apakah kamu yakin dia akan ikut dengan kita melakukan ekspedisi nanti malam ?!"
Rico: "Iya aku sangat yakin. Aku sudah melihat dari raut wajahnya bahwa dia serius akan melakukannya !"
Sebastian: "Baiklah aku percaya itu !"
Guru pun masuk kekelas mereka, mereka pun belajar hingga bel pulang (Kringgg...kringgg....kringgg)"
Guru: "Anak2 pelajaran hari ini sudah selesai. Waktunya kalian untuk pulang !"
Murid: "Baik bu..!"
Guru pun keluar kelas, lalu seluruh murid pun pulang bersama2
Rico: "(Bangun) Bas, ayo kita pulang !"
Sebastian: "Iya Co (berjalan keluar kelas)"
Intan: "Co, Bas. Aku boleh pulang bareng dengan kalian tidak ?"
Rico: "Uh.. ayo Tan jika kamu ingin pulang bersama dengan kami (tersenyum)"
Intan: "Ehm (tersenyum)"
Mereka bertiga pun pulang bersama, diperjalanan mereka pun berbincang2
Intan: "Co, apakah nanti kita bertiga dan dia akan melakukan ekspedisi malam ini ?"
Sebastian: "?!"
Rico: "Iya, apakah kamu keberatan ? Atau kamu tidak ingin ikut dengan kita ?!"
Intan: "Bukan seperti itu Co, aku hanya ingin memberitau saja. Besok kita kan sekolah masuk pagi, apakah bisa kita tidak pulang larut malam ?!"
Rico: "Yaa pasti bisa kita pulang tidak akan sampai larut malam nanti !"
Sebastian: "Percayakan saja padanya. Intan !"
Intan: "(Termenung) iya"
Mereka pun sampai di pertigaan jalan
Intan: "(Berhenti dan terdiam)"
Rico: "(Berhenti) uh..? Kenapa kamu berhenti Tan ?"
Intan: "(Tertawa) ahhh, maaf sampai sini saja kita pulang barengnya"
Sebastian: "Bukankah kamu satu arah dengan kami ?"
Intan: "Aku memang satu arah dengan kalian, tapi setelah sampai dipertigaan ini kita harus pisah. Karna rumahku berada di jalan ini (menunjuk ke arah kiri)"
Rico: "Uh.. jadi begitu, baiklah sampai nanti (melambaikan tangan dan berjalan)"
Sebastian: "(Berjalan)"
Intan: "(Melambaikan tangan) sampai bertemu kembali kalian semua !"
Mereka pun berpisah dijalan itu
Suara burung sore (cittt...cittt...cittt) waktu pun berubah menjadi malam. Latar pindah ke Rico dan Sebastian
Rico: "Bas, apakah kamu sudah mempersiapkan semuanya ?"
Sebastian: "Iya, aku sudah mempersiapkan semuanya !"
Rico dan Sebastian pun bersiap2. Latar pindah ke Intan
Intan: "(Pergi keluar membawa tas)"
Intan pun ketahuan oleh Ibunya
Febiola: "(Marah) Intan ! Kamu ingin pergi kemana ?!"
Intan: "(Gagu) anu...anu... uhhh... aku... aku... ak---"
Febiola: "(Memotong pembicaraan) kamu kalo ngomong yg benar ! Jangan gagu seperti itu, cepat katakan kamu ingin pergi kemana ?!"
Intan: "Aku.. aku ingin pergi kerumah teman bu"
Febiola: "Kerumah teman ?! Jika kerumah teman kenapa kamu membawa tas !"
Intan: "(Kaget dan berkata dalam hati) gawat ! Alasan apa lagi yg harus aku buat ?! Sial ! Sial ! Sial !"
Febiola: "Kenapa kamu diam seperti itu Intan ! Cepat jawab pertanyaan Ibu !"
Intan: "Aku membawa tas karena ak---"
Ayah Intan pun memotong pembicaraan Intan
Kosasih: "Ada apa ini ribut2 ?! Jika kau ingin pergi, pergi saja nak. Ayah mengizinkanmu pergi jika Ibu tak mengizinkanmu untuk pergi (tertawa)"
Intan: "? Apa kau yakin Yah ?"
Kosasih: "Iya ! Cepatlah kamu pergi untuk bersenang2 dengan teman2mu"
Intan: "Ehm (senang dan pergi)"
(Menutup pintu) (krekkkk....)
Intan pun pergi dan menuju sekolahnya sendirian
Febiola: "Ayah ! Kenapa kau membiarkannya dia pergi begitu saja ?!"
Kosasih: "Sudahlah bu dia ini kan sudah besar, jadi kita harus membiarkannya dia bersenang2 diluar sana !"
Febiola: "Jika terjadi apa2 dengan dia. Ayah harus bertanggung jawab !"
Kosasih: "(Terdiam) uhhh... sungguh merepotkanku saja, baiklah2 aku akan bertanggung jawab jika dia terjadi apa2. Hari ini Ibu masak apa ?"
Febiola: "Tidak tau (jutek)"
Kosasih: "Ayolah bu, jangan seperti itu !"
Latar pindah ke Dicky
Dicky: "Sepertinya hari ini aku akan membuktikannya bersama orang yg baru saja kukenal (merangkul tas dan berjalan keluar) mudah2an saja tidak terjadi apa2 padaku hari ini (membuka dan menutup) (krekkk)"
Skull: "(Tertawa) sepertinya malam ini akan menarik sekali bagiku"
Ada sesuatu yg aneh diatas tiang listrik itu. Ada Monster yg sedang berdiri diatasnya lalu pergi terbang entah kemana (wunggg..) (pakkk...pakkkk..pakkk)
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya
Apakah mereka akan benar2 melakukan ekspedisi malam ini ?
Ikuti terus kisah LIFE STORY Minggu depan...
Bersambung...

Minggu, 13 Maret 2016

Chapter 2 Life Story


Rumor Yang Terdengar
Keesokan harinya, suara burung (cittt...cittt...cittt...)
Rico: "Bas, ayo kita berangkat sekolah !"
Sebastian: "Iya Co, ayo !"
Rico dan Sebastian pun berangkat sekolah, sesampainya disekolah
Rico: "(Menaruh tas) (brukk)"
Sebastian: "(Menaruh tas) (brukk)"
Intan: "Pagi Co, Bas..!"
Rico: "Pagi juga Tan (menuju meja Intan)"
Sebastian: "(Duduk) kau ingin kemana Co ?!"
Rico: "Aku ingin mengobrol dengan Intan !"
Sebastian: "Oh, yasudah (menunggu bel masuk)"
Rico pun menghampiri Intan yg sedang duduk, lalu mengobrol dengannya
Rico: "(Duduk disampingnya) Tan, ngomong2 anak yg pernah melihat hantu disekolah ini namanya siapa ?"
Intan: "Hmmm, kalo gk salah namanya Dicky.. katanya dia pernah melihat hantu misterius dilorong2 kelas"
Rico: "Oh, jika begitu nanti kita temui dia"
Intan: "Iya Co (bel masuk) (kringgg...kringgg) Co sana kamu kembali ketempatmu !"
Rico: "Iya Tan (berdiri dan menuju ketempatnya)"
Sebastian: "Co, tadi kamu dengan Intan membicarakan soal apa ?"
Rico: "Uh... (duduk) nanti saja ketika istirahat aku akan beritau kamu !"
Sebastian: "Hmmmm, yasudah !"
Rico: "Iya"
Bel masuk pun berbunyi (kringgg...kringgg) guru pun masuk kelas
Bu Sinta: "Anak2 hari ini pelajaran kita mulai, semuanya. Buka buku ips kalian halaman 45"
Murid: "Baik bu !"
Mereka semua pun membuka buku, lalu waktu pun berlalu. Bel istirahat pun berbunyi (kringgg...kringgg)
Bu Sinta: "Semuanya, Ibu anggap pelajaran kali ini sudah selesai. Sekarang kalian beristirahatlah (keluar)"
Murid: "Iya bu (senang)"
Rico: "Bas, ayo kamu ikut aku dengan Intan ke kelas Ak 1 !"
Sebastian: "Lho ?! Memangnya kita mau ngapain pergi kesana Co ?!"
Rico: "Aku ingin bertemu dengan Dicky"
Sebastian: "Dicky ? Siapa dia ?"
Rico: "Dia adalah orang yg pernah melihat hantu dilorong2 kelas"
Sebastian: "Melihat hantu dilorong2 kelas ?! Aku tidak mengerti dengan perkataanmu itu !"
Rico: "Nanti saja aku jelaskan ! Sekarang ayo kita pergi kesana bersama Intan !"
Sebastian: "Iya !"
Rico: "Tan, ayo kita kesana !"
Intan: "Iya Co"
Mereka bertiga pun pergi ke kelas Ak 1, lalu mereka pun bertanya kepada salah satu teman Dicky
Intan: "Maaf. Kamu kenal Dicky tidak ?"
Dicky: "(Deg2an) perasaan apa ini ?! Cantik sekali dia (bengong)"
Intan: "Hmmm maaf apakah kamu kenal dengan sih Dicky ?"
Dicky: "(Kaget) uh..! Iya ?"
Intan: "Apakah kamu kenal dengan anak yg namanya Dicky ?
Dicky: "Iya, dengan aku sendiri (tersenyum)"
Intan: "Oh jadi kamu yg namanya Dicky ! Perkenalkan namaku Intan, ini Rico, dan Sebastian"
Rico: "Salam kenal"
Sebastian: "Salam kenal"
Dicky: "Salam kenal juga !"
Intan: "Oiya, kami pernah mendengar berita tentangmu"
Dicky: "Berita tentangku ?! Berita apa itu ?!"
Intan: "Entah ini berita benar atau bohong, apakah kamu pernah melihat hantu dilorong2 kelas ! Apakah itu benar ?!"
Dicky: "Iya, itu benar sekali !"
Rico: "Jika begitu, bisakah kamu ceritakan kepada kami ?!"
Dicky: "Ceritakan ?!"
Intan: "Iya, ceritakanlah kepada kami tentang pengalamanmu itu ?!"
Dicky: "Baiklah, akan kuceritakan. Pada waktu itu aku... (flashback) (aku sedang berjalan2 dilorong kelas ini pada pukul 21.00 kemarin, ketika aku sedang ldks)"
Dicky: "(Tap..tap..tap..) Uh.. sepi sekali lorong kelas ini ! (Aku pun terus berjalan melalui lorong kelas, untuk menuju kelasku mengambil sebuah pulpen ku yg ketinggalan waktu itu)"
Dicky: "(Membuka pintu) (citttt...!) Uh.. gelap sekali tempat ini (menyalakan lampu) (tekk) (lampu pun menyala) kira2 aku tinggalkan pulpen ku dimana ya ? Coba aku cari dilaci ku ! (Berjalan menuju meja dan mememeriksa laci mejanya) uhh... ini dia pulpen ku ! (Pergi keluar) (menutup pintu) (citttt..)"
Dicky pun pergi keluar, lalu dia pun bertemu sesuatu yg mencurigakan, yg sedang berdiri sambil menatap dirinya
Dicky: "(Tap...tap...tap..!)"
?: "(Berdiri ditembok)"
Tiba2 saja Dicky pun merasakan sesuatu hawa yg sangat aneh
Dicky: "(Ketakutan) (berkata dalam hati) ke...kenapa tiba2 diriku merinding seperti ini ?!"
?: "Hey...!! Kau... yg disana !"

Dicky: "(Menengok ke samping) si... siapa kau ?! (Ketakutan)"
?: "Aku adalah Skull !"
Dicky: "S... Skull ?! Untuk apa kamu berada disini ?! (Ketakutan)"
Skull: "Aku berada disini karena, aku ingin memberitahumu sesuatu !"
Dicky: "Mem... memberitahu soal apa ? (Ketakutan)"
Skull: "Aku ingin memberitahumu. Bahwa kamu mempunyai mata yg istimewa ?!"
Dicky: "Ma.. mata istimewa ?! Apa maksudmu ?! (Ketakutan)"
Skull: "Iya, kamu mempunyai mata yg istimewa bila kau gunakan mata itu diduniaku. Mungkin jika kau gunakan diduniamu saja maka mata itu hanya bisa berguna untuk melihat hantu2 saja !"
Dicky: "(Berteriak) apa yg sedang kau bicarakan ?! Aku tidak mengerti !"
Skull: "Mungkin sekarang kau tidak mengerti !"
Dicky: "(Berteriak) Aku tidak peduli ! Kau makhluk aneh ! (Berlari meninggalkan Skull)"
Skull: "(Senyum jahat) cihhh !"
(Kembali seperti semula)
Dicky: "(Wajah murung)"
Rico: "Kenapa kau murung seperti itu ?!"
Dicky: "Uh.. aku tak apa2 kok !"
Intan: "Apakah kamu percaya dengan semua perkataan itu ?!"
Dicky: "Aku tidak percaya dengan perkataannya itu ! Aku hanya bingung dengan itu semua ! Jika aku bertemu dengan dia kembali, aku ingin menanyakan beberapa hal kepada dia kembali !"
Sebastian: "Jika kamu ingin bertemu dengan dia kembali. Apakah kamu akan menyanyakan suatu yang penting kepadanya ?"
Dicky: "Iya, akan kutanyakan beberapa hal kedia !"
Sebastian: "Baiklah, apakah kalian mau tidak melakukan ekspedisi pertama nanti malam ?!"
Dicky: "Ekspedisi ?! Sebenarnya kalian ini siapa ?!"
Rico: "Kami bertiga adalah sebuah tim"
Dicky: "Tim ?! Apa maksudmu ?!"
Rico: "Iya, kami bertiga memberi nama tim kami Risetan. Lalu tim kami ini mempunyai sebuah tujuan, yaitu ! Mengusir kejahatan baik nyata maupun ghaib !"
Dicky: "(Tertawa) hahaha.. apa kalian semua ini sudah gila ?!"
Sebastian: "Gila ?! Jika kau ingin dihantui oleh perasaanmu itu, tentang perkatannya itu jangan salahkan kami. Tapi kami ingin mengajakmu untuk melakukan ekspedisi pembuktian terhadap hantu itu jika dia benar !"
Dicky: "(Bingung)"
Rico: "Pikirkan itu baik2. Semuanya ayo kita kembali !"
Sebastian: "Iya !"
Intan: "Iya !"
Dicky pun bingung dengan keadaannya saat ini. Mereka bertiga pun pergi, lalu Dicky pun memanggil mereka kembali
Dicky: "Hey kalian semua ! Ayo kita lakukan ekspedisinya !"
Intan: "(Senang)"
Rico: "Apakah kamu sudah yakin ?"
Dicky: "Iya !"
Sebastian: "Baiklah, ekspedisi akan kita mulai nanti malam !"
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya ?
Apakah mereka berempat benar2 akan melakukan ekspedisi pembuktian pada malam nanti ?
Ikuti terus kisah LIFE STORY Minggu depan...
Bersambung...

Minggu, 06 Maret 2016

Chapter 1 Life Story

Pertemuan
(Pada suatu hari lahirlah kedunia seorang anak laki-laki yang bernama Puma Rico, ia lahir ketika keluarganya terbunuh oleh orang yang masih belum diketahui namanya, Dan inilah kisah kehidupan Puma Rico)
Waktu sudah menunjukkan pukul 07:00 WIB
Rico: "(Menguap) (hoamppp) Sudah pagi...! Baiklah semangat...! Waktu sudah pagi (bangun dan keluar dari rumah)"
Ketika ia keluar dari rumah, ia sangat lapar dan ingin makan, dan ia berpikir akan mencuri sebuah makanan dari orang lain
Rico: "Aku lapar (lemas) bagaimana ya caranya supaya perutku ini bisa kenyang (berpikir) Oiya, bagaimana kalo aku mencuri sebuah makanan dari orang lain, oke baiklah sudah kuputuskan..!"
Ketika ia mencuri, ia ketahuan dan dimaki2 oleh orang yang sudah dicuri oleh Rico
Warga: "Kamu masih kecil sudah belajar mencuri..! Ingin jadi apa nanti kamu ?"
Rico "Ma..maafkan aku (sedih) pak, aku tidak bermaksud mencuri. Dan aku mencuri dalam keadaan terdesak, sekali lagi maafkan aku pak (sedih)"
Warga: "Sudah kamu pulang sana..! Dan terimalah makanan ini"
Rico: "(Tersenyum) terima kasih pak"
Rico pun pulang dengan keadaan bahagia namun tercaci
Rico: "Baiklah aku akan berjuang menjadin orang baik dan menjadi orang yang diakui oleh masyarakat...! (duduk dibawah pohon dan memakan makanannya)"
Hari pun berganti. Waktu menunjukkan pukul 06:00 WIB dan hari pertama masuk sekolah pun telah tiba
Rico: "Ahhh sial...! Aku terlamba...! (Mandi dengan buru2)"
Rico pun berangkat sekolah dengan terburu2
Rico: "(Berlari) (tappp...tappp....tappp) siall,,,,!"
Rico pun terus berlari. Dan akhirnya dia pun sampai disekolah tepat waktu, ia pun sekarang duduk dikelas 1 SMK, Lalu dia pun duduk dengan si pendiam yang bernama Erlangga Sebastian
Rico: "(Berkata dalam hati)n kenapa dia diam seperti itu apakah dia sedang berada dalam masalah ?"
Rico: (Berkata kepada Sebastian) heyy..! Perkenalkan namaku Rico, namamu siapa ?"
Sebastian: "Aku Erlangga Sebastian. Senang berkenalan denganmu"
Rico: "(Tersenyum) iya. Oiya Bas kamu kenapa kok daritadi murung terus seperti itu ?"
Sebastian: "Gapapa Co, aku bersedih karna aku sedang memikirkan sekarang aku tidak mempunyai keluarga (sedih)"
Rico: "Memangnya keluarga kamu kenapa Bas ?"
Sebastian: "Keluargaku dibantai oleh kakakku sendiri, dia sangat kejam ! (Mengepal tangan)"
Rico: "Sudahlah Bas, kehidupanmu itu sama halnya denganku, aku tidak mempunyai keluarga sejak aku dilahirkan, dan aku dirawat oleh Bibiku"
Sebastian: "Hmmm, ternyata kehidupan kita sama halnya seperti ini !"
Rico: "Iya Bas. Bas, bagaimana kalo kita hidup berdua dalam satu rumah sebagai teman dan menjalani kehidupan kita sendiri tanpa keluarga ? Bagaimana kalo kita mandiri, dan akan menjadi sahabat untuk selamanya ? Kamu setuju tidak ?"
Sebastian: "Baiklah aku setuju, dan kita mulai kehidupan kita yg sebenarnya esok hari"
Rico: "Iya Bas. Besok aku akan bilang kepada bibiku"
Sebastian: "Iya Co"
Waktu berlalu begitu cepat. Rico pun berkata kepada bibinya ingin hidup mandiri, lalu bibinya pun setuju jika Rico hidup mandiri, dan mereka berdua pun menjalani kehidupannya, dan mereka berdua pun menjadi sahabat sejati, dan keesokan hari mereka pun melihat seorang siswi yg bernama Putri Intan, ia dibully oleh teman2nya
Siska: "Hey kamu Intan, jangan sekali2 kamu mencari perhatian terhadap anak laki2 disekolah ini"
Intan: "(Menangis) i..iya tenang saja aku tidak akan mencari perhatian terhadap semua anak laki2 disini
(Intan pun menangis karena rambutnya dijenggut)"
Siswa: "Baguslah kalo begitu, teman2 ayo kita pergi !"
Siska dan teman2nya pun pergi, si Rico dan Sebastian merasa tak tega melihat dirinya dibully seperti itu dan si Sebastian menyarankan untuk membantunya
Sebastian: "Co, bagaimana kalo kita bantu perempuan itu"
Rico: "Ahh jangan Bas, dia nanti akan menyusahkan kalo kita bantu"
Sebastian: "Apakah kamu tidak merasa kasihan terhadap dirinya yg sudah dibully oleh teman2nya ?"
Rico: "Iya sih aku merasa kasihan, tapi kan... yasudahlah kita bantu saja dia Bas"
Sebastian: "Iya Co"
Si Rico dan Sebastian pun membantu si Intan yg sedang menangis, dan si Rico memberikan tangannnya untuk si Intan
Rico: "Hey, kamu...! Sudahlah jangan menangis terus"
Intan: "(Menangis) Uh.. kalian ini siapa ?"
Rico: "Perkenalkan namaku Rico dan ini temanku Sebastian. Lalu nama kamu ini siapa ?"
Intan: "Namaku Putri Intan, kalian dari kelas berapa ?"
Sebastian: "Dari kelas X Ak 2 lalu kamu dari kelas berapa ?"
Intan: "Sama dengan kalian, berarti kita sekelas (tersenyum)"
Sebastian: "Mungkin (tersenyum) uhhh.. ngomong2 apakah kamu ini anak baru ?
Intan: "(Tersenyum) hmmm iya, aku ini anak baru. Tapi terima kasih kalian telah tidak membuatku sedih lagi"
Sebastian: "Emphh, sama2 kok (tersenyum ceria)"
Intan: "Senang bisa bertemu dengan kalian (tersenyum)"
Rico: "Iya senang juga bisa bertemu denganmu (sambil tersenyum)"
Mereka pun berkenalan dan masuk kelas bersama, suatu hari Rico dan Sebastian pun bertanya sesuatu kepada Intan
Rico: "Intan, apakah kamu ingin menjadi teman kami berdua ?"
Intan: "Menjadi teman kalian berdua ? Tentu saja aku ingin menjadi teman kalian berdua, bahkan sebelum kalian bertanya seperti ini. Aku sudah menganggap kalian berdua ini temanku (tersenyum)"
Rico: "Jika begitu bagus sekali (tersenyum)"
Intan: "Iya teman2 (tersenyum)"
Rico: "Bas.. Tan, bagaimana kalo kita bikin sebuah tim !"
Intan: "Sebuah tim ? Tim apaan Co ?!"
Rico: "Sebuah tim kecil pemburu Hantu ! Kalian setuju tidak ?"
Sebastian: "Hmmm,, bagaimana ya (bingung) baiklah aku setuju. Bagaimana denganmu Tan ?"
Intan: "Baiklah, aku juga setuju"
Rico: "Baiklah, tim ini resmi kita dirikan (tersenyum)"
Sebastian: "Iya Co !"
Intan: "Terlebih dahulu kita kasih nama tim kita ini Co..!"
Rico: "Oiya aku lupa (tertawa malu) Yaudah, kalian setujunya tim ini kita beri nama apa ?"
Sebastian: "Bagaimana kalo kita beri nama Ghost Hunter ?"
Rico: "Hmmm,, boleh juga Bas.. tapi nama itu sudah pasaran !"
Sebastian: "Hmmm.. apa ya ? (bingung)"
Intan: "Bagaimana kalo kita beri nama tim kita ini, tim Risetan !"
Rico: "Risetan ? Dapat ide dari mana kamu Tan ?"
Intan: "Dari nama kita bertiga (tertawa) (hehehe)"
Sebastian: "Boleh juga tuh Co (senang)"
Rico: "Hmm. Bisa juga sih nama itu, yaudah tim ini resmi kita beri nama Risetan !"
Sebastian: "Okke (tersenyum)"
Mereka pun bergembira bersama karna membuat sebuah tim pemburu hantu
Intan: "(Mengingat kejadian kemarin)"
Sebastian: "Uh.. ada apa Tan ?"
Intan: "Aku sedang mengingat2, kemarin aku mendengarkan cerita. Ada seorang anak dari kelas X Ak 1 melihat ada sesosok hantu berbadan tinggi sedang melewati lorong ini !"
Rico: "Apakah itu semua benar ?!"
Intan: "Aku juga tidak tau.. lebih baik besok kita tanya saja kepada anak itu !"
Sebastian: "Yaudah, ekspedisi kita anggap akan dimulai besok. Oke ! (Mengancungkan jempol)
Rico: "Iya (senang)"
Intan: "Baik (tersenyum)"
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya
Dan tim Risetan pun, memulai ekspedisinya pada esok hari...
Bersambung...