Sabtu, 23 April 2016

Chapter 7 Life Story

Ikatan Pertemanan
Rico: "(Mendekati jejak darah tersebut) (tappp...tappp...tappp)
Sebastian: "(Berkata dalam hati) sekarang..!"
Sebastian dan Rico pun saling menyergap
Rico: "(Kaget) kau...! (Menodongkan pisaunya ke lehernya Sebastian)"
Sebastian: "(Kaget) (Menodongkan pisaunya ke lehernya Rico)"
Intan: "!"
Rico: "Sebastian..! (Menjauhkan pisaunya dari leher Sebastian)"
Sebastian: "Uh... Rico (Menjauhkan pisaunya dari leher Rico)"
Intan: "(Senang) akhirnya kita bertemu lagi Sebastian"
Rico: "Sebastian..! Apa yg terjadi dengan lukamu itu ?!"
Sebastian: "Uh.. ini ?! (Melihat luka darah yg ada dipinggangnya) aku melakukannya karena keinginanku sendiri kok"
Rico: "Keinginanmu sendiri ?! Apa maksudnya ?!"
Sebastian: "Iya, karna tadi aku berniat ingin mengikuti Iblis itu, lalu tubuhku pun terdiam setelah kamu pingsan. Lalu aku pun mendengar suatu ocehan dia namun dengan suara kecil. Setelah aku mendengar perkataannya itu, aku pun membuat luka dipinggangku sendiri dengan cara. Menggores bagian perut pinggangku dengan pisau ! (flashback)"
Sebastian: "Ri...co..! Tu..tubuhku ! Tidak bisa bergerak..!"
Skull: "Cihhh.. anak yg hanya bisa berlagak saja ! Sia2 saja mereka melakukan ini. Karna hanya dirinya yg memutuskan akan pergi atau tidak !" "(Nada pelan) Karna aku akan menghancurkan dunia ini dan memanfaatkan anak itu, tunggu aku Di..cky !"
Sebastian: "(Kaget dan berkata dalam hati) Ja...jangan2 ada sesuatu yg aneh dengan Dicky ?!"
Skull: "(Menghilang) (wushhh !)"
Sebastian: "(Kaget dan berkata dalam hati)" di..dia menghilang..!" "Oiya dia kan Iblis. Sekarang apa yg harus aku lakukan saat ini ?! A..aku tidak bisa pergi meninggalkan Rico begitu saja, aku harus menulis sesuatu...! Tapi, bagaimana caranya ?!"
Sebastian pun berpikir bagaimana dia bisa menulis pesan
Sebastian: "Hanya cara ini yg bisa kulakukan. Dengan menggerakkan tubuhku perlahan2 saja aku pasti bisa (mengambil pisau) (membuka setengah bajunya dan berkata dalam hati) hanya ini yg bisa kulakukan..! Demi menulis sebuah pesan untukmu (melihat Rico yang sedang pingsan) Rico..! (Ahhhhh...!) (Crakkkk)"
Terlihat sebuah bayangan berkobar yg menunjukkan bahwa Sebastian sedang menggores pinggangnya sendiri
Sebastian: "(Darah bercucuran) (nafas terengah2) A.. aku harus bisa melakukannya, wa..walaupun keadaanku seperti i..ini (menuliskan sebuah pesan dengan darah) (tersenyum) (berkata dalam hati) selamat tinggal Rico. Sampai bertemu kembali (bangun dan pergi berjalan keluar perlahan2)"
(Kembali seperti semula)
Rico: "(Memukul Sebastian hingga terjatuh) (bukkk..!) (Marah) bodoh..! Apa yg kamu lakukan ?!"
Sebastian: "(Wajah menyesal)"
Intan: "(Sedih)"
Rico pun memukul2 Sebastian sambil berkata
Rico: "(Memukul2 Sebastian) (bukkk...bukkk) Bodoh. Apa yg kamu lakukan, jika terjadi sesuatu kepada dirimu bagaimana ?! Apakah ini yg disebut pengorbanan diri sendiri ?! (Bukkk...bukkk) pikirkan itu baik2..! Karna diriku tidak ingin kehilangan teman terbaikku..! (Berteriak)"
Intan: "Rico Hentikan..! (Memegang tangan Rico)"
Rico: "(Takkk) (Menoleh kebelakang) Apa yg kamu lakukan Intan ?!"
Sebastian: "(Sedih)"
Intan: "(Air mata berlinang) sudah hentikan..! Apakah dengan cara memukulnya seperti itu, lukanya Sebastian bisa sembuh ?! Tidak Co..! Hentikan semua ini..!"
Rico: "(Kesal) Cihhh.. baiklah, sekarang kamu obati dia"
Intan: "Hmmm.. (Mengobati Sebastian)"
Sebastian: "(Duduk)"
Intan: "(Mengobati Sebastian)"
Rico: "(Berdiri) Bas, dengarkan aku baik2. sebenarnya tidak ada salahnya kamu berkorban untuk orang lain, namun cara mu itu salah, karna Pengorbanan itu tidak harus menggunakan nyawa, melainkan bisa menggunakan seluruh kekuatan perasaanmu"
Sebastian: "(Menyesal) I..iya. Aku mengerti"
Rico: "(Tersenyum lebar) baguslah kalau kamu mengerti. Uh,, iya Tan. Ruang pengobatan Dicky disebelah mana ?"
Intan: "Di sebelah kelas ini Co"
Rico: "Oh..! Jadi disitu, setelah ini kita ke ruangan sebelah"
Intan: "Iya"
Intan: "Sudah selesai. Lebih baik kamu jangan kebanyakan bergerak dulu Bas"
Sebastian: "(Tersenyum) terima kasih Tan"
Intan: "Iya, sama2 (tersenyum) (bangun dan menuntun Sebastian)"
Rico: "Yoshhhh...! Sekarang kita temui Dicky. Kalian, lebih baik kalian rahasiakan ini kepada Dicky. Kita akan biarkan dulu dia ingin bertindak sejauh bagaimana"
Intan: "Hmmmm..."
Sebastian: "Baiklah, aku mengerti"
Rico: "Yoshhhh... ayo..!"
Intan dan Sebastian: "Iya..!"
Mereka pun menuju ruangan pengobatan Dicky
Intan: "(Membuka pintu) (cittt...)"
Dicky: "Uh.. kalian ya teman2. Sepertinya kalian terluka sangat parah"
Rico: "Uh.. luka kami bukanlah masalah, benar kan Sebastian ?"
Sebastian: "Uh.. iya"
Dicky: "(Bangun lalu berdiri) sudah jam segini ya (melihat jam tangan)"
Waktu pun menunjukkan pukul 1 malam
Dicky: "Teman2 sebaiknya kita pulang, karna sekarang aku sudah baik2 saja"
Rico: "Tapi. Bagaimana dengan tempat ini ? Karna tempat ini sudah hancur, bahkan ditempat kita bertarung tadi temboknya sudah hancur bahkan terbakar..!"
Dicky: "Hmmm.. abaikan saja dulu, jika penjaga sekolah ini bertanya tentang hal2 yg masuk akal seperti tempatnya hancur atau terbakar, maka..."
Sebastian: "Maka apa ?!"
Dicky: "Maka... anggap saja tidak terjadi apa2 (berjalan keluar) (tappp..tappp..tappp) teman2 sebaiknya kita pulang. Karna waktu sudah larut malam"
Rico: "(Kesal) baik. Sebastian, Intan ayo kita pulang. Jika penjaga itu bertanya hal2 yg masuk akal anggap saja tidak terjadi apa2"
Sebastian: "Baiklah"
Intan: "Iya"
Dicky: "Ayo (berjalan, berpikir, dan berkata dalam hati) kata2 yg dibicarakan makhluk itu sungguh sangat tidak masuk akal. (Flashback)"
Dicky pun mengingat kejadian yg lalu
(Suara decitan pintu) (citttt...!)
Dicky: "Apakah itu kamu Intan ?"
Skull: "Bukan..!"
Dicky: "(Kaget) ja..jangan2 itu kamu ! Iblis ?!"
Skull: "Iya, ini aku !"
Dicky: "(Ketakutan) Ma..mau apa kamu datang kesini ?!"
Skull: "Aku mau ingin berbicara sebentar denganmu dulu !"
Dicky: "! Berbicara ?!"
Skull: "Iya, aku ingin memberitaukanmu bahwa semua temanmu selamat namun mereka terluka sangat parah"
Dicky: "(Kaget)....! Jangan bercanda kau Iblis..! Tidak mungkin temanku dikalahkan olehmu begitu saja..!"
Skull: "Sekarang kamu perhatikan dan rasakan dijendela itu (menunjuk jendela) rasakan baik2, jika perasaanmu sudah terikat dengan perasaan teman2mu, pasti kamu bisa merasakannya"
Dicky pun merasakan apa yg dikatakan oleh Skull
Dicky: "(Kaget dan berkata dalam hati) perasaan ini... jangan2..! Seba-"
Skull pun berbicara kembali dengan Dicky
Skull: "Apakah sekarang kamu sudah merasakannya ?"
Dicky: "Cihh... ya, aku merasakannya namun hanya satu orang saja"
Skull: "Walaupun hanya satu orang seharusnya kamu bersyukur"
Dicky: "Bersyukur ?!"
Skull: "Iya, karna Perasaan seorang teman itu lebih kuat dibandingkan apapun"
Dicky: "Apa maksudmu ?"
Skull: "Ah.. tidak apa2, sekarang bagaimana dengan keputusanmu itu ?"
Dicky: "Oh itu (murung) baiklah akan kulakukan"
Skull: "Bagus jika kamu sudah mengerti, aku akan menunggumu didunia ku nanti ! Dan ingat kata2 tadi yg sudah kukatakan kepadamu"
Dicky: "Iya"
Skull: "Yasudah, aku akan menunggumu (berjalan keluar) (tappp...tappp)"
Dicky: "Iya"
Skull: "(Berhenti) ada satu hal lagi yg ingin kukatakan kembali kepadamu. Ingatlah ini baik2..! (Bisik2)"
Dicky: "(Kaget)"
Skull: "(Kembali berjalan) yaudah sampai jumpa kembali (membuka pintu) (cittt...) (menutup pintu) (duakkk)"
Dicky: "(Murung dan sedih)"
(Keadaan pun kembali seperti semula)
Rico: "Nah.. sekarang kita sudah hampir menuju pintu gerbang"
Intan: "Ummm.. teman2 aku kan sudah bilang jika kalo kita pulangnya tidak sampai larut malam (sedih)"
Sebastian: "Uhh, oiya. Maaf2 Intan, jika tidak ada kejadian tadi pasti kita sudah pulang"
Intan: "(Sedih) Ummm..."
Dicky: "(Bingung dan berkata dalam hati) perasaan yg terikat oleh teman2 ya"
Rico: "Uh.. Dicky, kenapa kamu diam saja daritadi ?"
Dicky: "Mm.. tidak ada apa2 Co.."
Rico: "Yaudah"
Mereka pun sampai dipintu gerbang
Sebastian: "Uh.. Pak Sandy dimana ?!"
Rico: "Entah... (masuk kepos satpam)"
Dicky: "Co, apakah dia ada didalam ?"
Rico: "(Keluar dari pos satpam) tidak, dia tidak ada didalam sana"
Intan: "Ummm.. anu, apakah terjadi sesuatu dengan Pak Sandy ?"
Sebastian: "Mmmm.."
Tiba2 saja semak2 yg ada dibelakang pos bergerak2
(Suara semak2) (srkkk..srkkk)
Sebastian: "Siapa itu ?!"
(srkkk..srkkk) (srkkk..srkkk)
Lalu seekor Kucing pun keluar dari situ
(Suara Kucing) (ngeonggg..!)
Rico: "?! (Tampang marah namun konyol) ternyata hanya Kucing..!"
Intan pun mendekati semak2 tersebut
Intan: "(Kaget) ?!"
Sebastian: "Intan, ada apa ?!"
Sebastian, Dicky, dan Rico pun mendekati Intan
Intan: "Ini kan ?!"
Sebastian, Dicky, Rico: "Topi satpam milik Pak Sandy...!"
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya ?
Pak Sandy pun menghilang tanpa jejak, dan yg tersisa hanya topinya saja. Apakah ada musuh yg lainnya lagi ?
Ikuti terus kisah Life Story Minggu depan...
Bersambung...

Minggu, 17 April 2016

Chapter 6 Life Story

Suara batu berjatuhan akibat Rico dipukul oleh Skull dengan sangat keras sehingga terpental menghancurkan tembok (takkk...takkk)
Skull: "Kalian semua... akan aku musnahkan..!"
Sebastian: "?!"
Suara reruntuhan (takkk..takkk)
Rico: "(Bangun pelan2 dan mengambil sebuah kertas dikantongnya) (clakkk) hanya ini. Senjata satu2nya yg aku punya saat ini (clakkk) aku pasti akan mengakhirinya !"
Skull: "(Tertawa) Hahaha..! Apa gunanya manusia didunia ini ?! Apa hanya untuk menjadi sampah saja ?!"
Sebastian: "Kau.. siall !!"
Rico: "(Tertawa kecil) hehehe... seharusnya kami yg bertanya, untuk apa sebuah roh datang kedunia ini dengan maksud jahat ?! Apakah itu yg namanya.. kematian yg tidak tenang !"
Skull: "Cihhh...! Akan aku akhiri semua ini ! (Mengeluarkan pedangnya) Murkalah ! Tarian pedang api !"
Rico: "(Berkata dalam hati) ?! Ce.. cepat sekali !"
Sebastian: "Ahhhh...!"
Skull pun menyerang Rico dan Sebastian secara membabi buta, seketika ruangan itu pun terbakar seketika oleh Skull
Rico: "(Lemas) kau... telah merusak tempat ini (pingsan)"
Sebastian: "Ri...co..! Tu..tubuhku ! Tidak bisa bergerak..!"
Rico pun pingsan dan Sebastian pun terdiam akibat serangan Skull
Skull: "Cihhh.. anak yg hanya bisa berlagak saja ! Sia2 saja mereka melakukan ini. Karna hanya dirinya yg memutuskan akan pergi atau tidak !"
Skull pun pergi dari tempat itu
Skull: "(Menghilang) (wushhh !)"
Tiba2 saja Intan pun datang menemui Rico dan Sebastian
Intan: "(Berlari) (tapp...tapp...tapp) (bergenti dan kaget) a.. apa yg terjadi ?! Ke..kenapa tempat ini terbakar ?! Rico.. mana Rico dan Sebastian ! (Berteriak) Rico..! Sebastian...! Dimana kalian ?!!! (Melihat Rico dan kaget) Rico !"
Intan: "(Membawa Rico kepinggir) Rico..! Bangunn..!"
Rico: "(Sadar dari pingsannya) ka..kamu ya Tan ?! (tersenyum) Se..Sebastian dimana ?!"
Intan: "Aku pun belum menemukannya (sedih) maafkan aku (sedih)"
Rico: "Tak apa Tan, nanti kita cari dia bersama. Lalu ba..bagaimana keadaannya si Dicky ?"
Intan: "(Kaget) ummm.. (sedih)"
Rico: "Uh.. ada apa Tan ? Kenapa kamu bersedih ?"
Intan: "Tak apa2 Co ! (Senyum palsu)"
Rico: "(Kaget dan berkata dalam hati) senyum itu, tidak seperti biasanya. Apakah Intan menyembunyikan sesuatu dari dalam hatinya ?"
Intan: "Ke..keadaannya Dicky baik2 saja Co, aku tadi sudah mengobati semua lukanya. Sekarang dia sedang berada di kelas PM1"
Rico: "Uh.. syukurlah"
Intan: "! Co, Sebastian mana ?!"
Rico: "Uh.. iya Sebastian (bangun) uh..."
Intan: "Pelan2 Co"
Rico: "(Berdiri) duhh..duhhh masih terasa sakit badanku akibat serangan Iblis sialan itu ! Tan, ayo kita cari Sebastian disekitar sini !"
Intan: "Iya Co !"
Rico dan Intan pun mencari sebastian, lalu mereka pun dikejutkan dengan sebuah tulisan ditembok dengan bertintakan darah
Sebastian: "(Tulisan ditembok) teman2 aku harap kalian dapat melihat pesan singkat ini. Aku pergi sebentar untuk mengikuti si Iblis sialan itu ! Jadi aku harap kalian tidak mengkhawatirkanku. Karna Iblis itu sedang mengincar salah satu dari teman kita !"
Intan: "(Kaget dan berkata dalam hati) apa jangan2...?!"
Sebastian: "(Lanjutan tulisan tembok) dan teman kita itu adalah Dicky"
Rico: "(Kaget) tidak mungkin !"
Intan: "(Sedih dan berkata dalam hati) su...sudah kuduga !"
Sebastian: "(Lanjutan tulisan tembok) oleh karena itu aku mengikuti Iblis tersebut dan ingin mencari tau sendiri, kenapa mereka ingin mengincar teman kita ! Lalu aku ingin kalian berdua mengawasi gerak gerik mencurigakan si Dicky. Salam dari ku semoga kalian baik2 saja. Sebastian"
Rico: "(Menangis) si...siall ! Kenapa jadi seperti ini !"
Intan: "(Sedih) sudahlah Co, ini semua sudah menimpa kita. Sekarang kita harus mengikuti kata2 Sebastian"
Rico: "Iya. Aku akan menuruti kata2 Sebastian yaitu, mengawasi Dicky !"
Intan: "Iya !"
Rico: "Tan, bawa aku menemui Dicky !"
Intan: "Baik Co !"
Intan dan Rico pun menemui Dicky, dilantai 2
(Suara decitan pintu) (citttt...!)
Dicky: "Apakah itu kamu Intan ?"
Skull: "Bukan..!"
Dicky: "(Kaget) ja..jangan2 itu kamu ! Iblis ?!"
Skull: "Iya, ini aku !"
Dicky: "(Ketakutan) Ma..mau apa kamu datang kesini ?!"
Skull: "Aku mau ingin berbicara sebentar denganmu dulu !"
Sebastian pun mengikuti Skull dari belakang dengan terpincang2 akibat luka yg dideritanya
Sebastian: "A.. aku harus bisa mengikutinya walaupun keadaanku seperti ini ! (Berhenti disebuah ruangan, dan bersembunyi diluar dari balik jendela) (napas terengah2)"
Sebastian pun mengintip secara perlahan dari balik jendela tersebut
Sebastian: "(Kaget dan berkata dalam hati) ke..kenapa dia menemui Dicky ?! (Kesakitan) aduhh...duhhh !"
Sebastian pun melihat Skull dan Dicky sedang membicarakan sesuatu. Latar pindah ke Rico dan Intan
Intan: "Co. Pelan2 sedikit (sedih)"
Rico: "I..iya Tan. (Melihat darah berceceran dilantai) Tan tunggu"
Intan: "Ada apa Co ?"
Rico: "Coba kamu lihat ke lantai ini !"
Intan: "(Kaget) da.. darah !"
Rico: "Iya, apa ini darahnya Sebastian ?!"
Intan: "Hmmm, mungkin saja Co (senang) jika begitu berarti Sebastian masih berada disekitar sini !"
Rico: "Bisa jadi, sekarang kita ikuti saja darah ini !"
Intan: "Iya Co, pelan2 Co"
Rico: "Iya Tan"
Rico dan Intan pun mengikuti jejak darah tersebut. Latar pindah ketempat Sebastian
Sebastian: "Duhh...duhhh, luka ini sakit sekali (kesakitan). Sekarang apa yg dibicarakan mereka berdua saat ini ?!"
Sebastian pun melihat pembicaraan penting mereka. Latar pindah ke Dicky
Dicky: "Baiklah, aku mengerti (murung)"
Skull: "Bagus jika kamu sudah mengerti, aku akan menunggumu didunia ku nanti ! Dan ingat kata2 tadi yg sudah kukatakan kepadamu"
Dicky: "Iya"
Skull: "Yasudah, aku akan menunggumu (berjalan keluar) (tappp...tappp)"
Dicky: "Iya"
Sebastian: "Lebih baik aku bersembunyi ke ruangan sebelah !"
Skull: "(Membuka pintu) (cittt) (berkata dalam hati) ada yg aneh tadi disekitar situ"
Sebastian: "(Mengintip dari balik pintu kelas sebelah) (berkata dalam.hati) dia.. gerak geriknya mencurigakan !"
Skull: "Waktuku tinggal sedikit lagi berada disini (menengok kesamping) uh.. itu !"
Skull pun melihat ada genangan darah dibawa jendela
Skull: "Darah ?! Darah siapa itu ? (Mendekati genangan darah itu) sepertinya tadi ada seseorang yg menguping pembicaraanku ! Jika kulihat baik2 darah ini masuk ke ruangan sebelah. Lebih baik aku kesana ! (Mengikuti jejak darah tersebut dan menuju kelas sebelah)"
Sebastian: "(Berkata dalam hati) gawat ! Dia menuju kesini. Aku harus bagaimana !"
Skull pun semakin mendekati ruangan tersebut
Sebastian: "(Berkata dalam hati) sial Apa yg harus kulakukan !"
Skull pun semakin dekat
Sebastian: "(Berkata dalam hati) sial..! Tidak ada cara lain lagi selain melawannya jika dia berhasil menemukanku !"
Ketika Skull ingin membuka pintu ruangan tersebut tiba2 saja terjadi sesuatu
Skull: "(Bunyi bel dimensi lain) takkk...takkk..takkkk) huh.. sudah benar2 habis ya waktuku (menghilang) (wusss...!)"
Sebastian: "(Kaget dan berkata dalam hati) su..suara itu..! Da..darimana asalnya, ba..bagaimana bisa di..dia menghilang... (kaget)"
Lalu Rico dan Intan pun datang
Intan: "Co lihat darah itu !"
Rico: "Iya Tan, darah itu mengarah kekelas PM2"
Intan: "Iya, lebih baik kita masuk ke ruangan itu Co !"
Rico: "Iya"
Rico dan Intan pun menuju ruangan itu dan membuka ruangan tersebut
Rico: "Lepaskan aku sebentar Tan"
Intan: "Iya (melepaskan Rico)"
Rico: "(Membuka pintu) (cittt...)"
Sebastian: "(Kaget) apa lagi ini ?!"
Rico pun dan Intan masuk kedalam ruangan tersebut, lalu dia pun bertemu dengan Sebastian
Rico: "(Masuk) gelap sekali ruangannya"
Sebastian: "(Berkata dalam hati) gawat..! Aku harus tetap waspada (mengambil pisau)"
Rico: "(Mendekati jejak darah tersebut) (tappp...tappp...tappp)
Sebastian: "(Berkata dalam hati) sekarang..!"
Sebastian dan Rico pun saling menyergap
Rico: "(Kaget) kau...! (Menodongkan pisaunya ke lehernya Sebastian)"
Sebastian: "(Kaget) (Menodongkan pisaunya ke lehernya Rico)"
Intan: "!"
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya.
Mereka pun bertemu lagi, lalu bagaimana dengan keadaan Dicky ?
Ikuti terus kisah Life Story Minggu depan...
Bersambung...

Minggu, 03 April 2016

Chapter 5 Life Story

Rico: "Ti... tidak mungkin...!"
Dicky: "(Senyum licik lalu memanfaatkan situasi) si..siapa kamu ?!"
Skull: "Heh..? Kalian semua tidak perlu tau siapa aku..!"
Dicky: "Siall..! (Berdiri)"
Rico: "Tunggu Dicky ! Aku akan membantumu juga (berdiri)"
Sebastian: "Siall..! Intan ! Menjauhlah dari kami !"
Intan: "Ba...baik"
Intan pun menjauh dari mereka berempat
Skull: "(Tertawa kecil) hehehe.. apa yg ingin kalian lakukan bocah ?"
Rico: "Kami akan melawanmu !"
Skull: "Baiklah kalau begitu..!"
Rico: "Ayo teman2 ! (Maju)"
Sebastian, Dicky: "Iya (maju)"
Mereka bertiga pun bertarung melawan Hantu itu. Mereka pun terus memukul2 Skull namun Skull pun menghindarinya
Skull: "(Menghindar) apa cuma segini kekuatan kalian ?!"
Rico: "Siall.. kalau seperti ini, bagaimana aku bisa menyentuhnya !"
Sebastian: "!"
Skull pun menyerang Rico secara tiba2
Dicky: "Rico, awas !"
Rico: "Hah..!"
Dicky pun menyelamatkan Rico dari serangan Skull
Dicky: "Ahhh.. (terkena pukulan Skull) sialan kau.."
Rico: "! Kau..!"
Dicky: "(Tersenyum) tenang saja, aku baik2 saja kok"
Rico: "?!"
Dicky dan Rico pun terjatuh (bukk)
Dicky: "(Batuk darah) Uh2..."
Rico: "Dicky, apa kamu baik2 saja ?!"
Dicky: "Tenang saja Co, aku ba.. baik2 saja kok (tersenyum dan pingsan)"
Rico: "(Menangis)"
Intan: "Dicky (sedih)"
Sebastian: "Hah..! Di... Dicky..!"
Skull: "(Tertawa jahat)"
Sebastian: "Berani2nya kau menyakiti temanku Iblis sialan hah...! (Marah dan menyerang Skull)"
Sebastian pun mengambil pisau dari tas kecilnya lalu menyerang Skull (cukk..cukkk..cukkk) namun Skull pun terus menghindarinya
Skull: "(Menghindar) sudah cukup main2nya bocah..!"
Skull pun memukul Sebastian sehingga terpental
Skull: "(Memukul Sebastian)"
Sebastian: "(Bukk) ahhhh....! (Terpental) (bukkk...!)"
Rico: "Sebastian..!"
Sebastian pun berdiri kembali
Sebastian: "(Berdiri sekuat tenaga) te..tenang saja Co, aku pasti bisa mengalahkannya..! Lebih baik kau urus saja si Dicky..!"
Rico: "Kau..! (Memanggil Intan) Intan..! Jangan diam saja kau, kamu bawa Dicky ketempat aman lalu obati dia. Aku akan membantu Sebastian..!"
Intan: "Ba..baik (Membawa Dicky ketempat aman dan mengobatinya)"
Rico: "(Berdiri lalu menuju ke sebelah Kanan Sebastian) (tappp...tappp) Bas. Sebagai seorang teman aku akan membantumu melawan Iblis itu ! (Berdiri disamping Sebastian)"
Sebastian: "Okke..! Ayo kita mulai..!"
Rico: "Iya..!"
Skull: "(Tawa jahat) hehehe. Sangat menarik..! (Mengeluarkan kekuatannya) (Swinggg)"
Latar pindah ke Intan
Dicky: "(Bangun) Uh... I..Intan"
Intan: "Dicky bertahanlah, aku akan mengobatimu..!"
Dicky: "(Tersenyum) te..terima kasih banyak kamu sudah mau mengobatiku (memegang tangan Intan) (tukkk)"
Intan: "(Kaget)"
Dicky: "Intan, aku ingin memberitaukan sesuatu kepadamu"
Intan: "Mem..memberitaukan tentang apa ?!"
Dicky: "Dengarkan baik2 (bisik2)"
Intan: "(Kaget) tidak mungkin..!"
Dicky: "Maafkan aku, mungkin ini terlalu berat bagi dirimu. Walaupun kita hanya bertemu sebentar tapi aku senang bisa bertemu denganmu (tersenyum)"
Intan: "Apa yg kau katakan barusan. Apakah kamu serius ?!"
Dicky: "Iya, aku serius. Tolong jangan beritau tentang ini kepada mereka berdua. Aku mohon"
Intan: "(Sedih) ba..baiklah, selamat tinggal Dicky (menangis)"
Dicky: "(Menghapus air mata Intan) sudahlah..! Jangan bersedih lagi..!"
Intan: "Ba..baik (mengusap air matanya) Heyy Dicky..!"
Dicky: "Um.. iya ?"
Intan: "Aku senang sekali..! (Tertawa sedih)"
Latar pindah ke Rico
Rico: "Kita mulai Bas..!"
Sebastian: "Iya Co...! (Tatapan tajam dan senyum jahat)"
Rico: "Hyaaa...!!!! (Maju dan menusuk2 Skull dengan pisau miliknya) (cukk..cukk..cukk)"
Skull: "(Tertawa) khe.khe.khe, apakah kamu ingin menggunakan trik yg sama untuk melawanku. Bocah ?!"
Rico: "Cihh, kita lihat saja nanti !"
Skull: "Baiklah..!"
Rico pun terus menyerang Skull, namun...
Sebastian: "(Melempar pisaunya) (wuzzz)"
Skull: "(Berkata dalam hati) (kaget) a..apa yg dilakukan anak itu..? Kenapa dia melemparkan pisaunya ?!"
Sebastian: "Heh, jangan meremehkanku, Iblis sialan..!"
Ketika Skull sedang menghindari serangan Rico, Sebastian pun melempar pisaunya kearah Skull
Skull: "(Berkata dalam hati) hah... anak itu... sangat berbahaya..!"
(Clakkk...!) (Suara pisau yg menancap ditembok)
Skull: "(Kaget dan berkata dalam hati) ha..hampir saja pisau itu mengenaiku"
Sebastian: "Heh.. skakmat..!"
Tiba2 saja Rico pun menyerang Skull dari bawah lantai
Rico: "(Duggg..!) Rasakan ini siall..!!"
Skull: "(Kaget dan berkata dalam hati) ba..bagaimana bisa..!"
Rico pun berhasil mengenai tubuh Skull dengan pisaunya, namun sayang pisau itu menembus tubuhnya
Rico: "(Kaget) a...apa ? Kenapa bisa ?"
Skull: "Heh..skakmat ! (Memukul perut Rico) (bukkk)"
Rico: "Ahhh..! Siall (terpental) (bukkk)"
Sebastian: "Rico..!"
Rico pun terpental akibat dipukul.oleh Skull
Skull: "Dengarkanku baik2 bocah !!"
Rico: "(tukk..tukk..) (suara batu berjatuhan)"
Sebastian: "?!"
Skull: "Jika kalian ingin melukaiku dengan kekuatan kalian. Kalian harus melawanku di duniaku, karna diriku berbeda dengan kalian didunia ini..!"
Rico: "(Lemas) a.. apa maksudmu ?!"
Skull: "Karena dunia kita berbeda !"
Sebastian: "(Kaget) berbeda..? Kenapa ?"
Skull: "Karena kalian makhluk hidup akan menempuh kematian. Sedangkan aku ini adalah roh orang yg sudah mati ini dengan bentuk manusia sempurna, oleh karena itu aku bisa menyamar menjadi manusia rendahan seperti kalian !"
Rico: "(Bangun dari reruntuhan batu yg menjatuhinya) (tukk..) kenapa ?! Kenapa kamu harus datang kedunia kami hah..! (Maju)"
Skull: "(Memukul perut Rico sekali lagi dengan keras) (bukkk)"
Rico: "Ahhh...! (Muntah darah)"
Skull: "(Tertawa jahat) hehehe"
Rico: "Sial..! (Terpental) (dukkk)"
Skull: "Karena, aku akan membawa teman kalian itu keduniaku..!"
Sebastian: "?!"
Rico: "?!"
Intan: "(Menangis) uh...uh... Dicky..!"
Pertarungan kesedihan baru saja terjadi, apakah Rico dan Sebastian dapat mengalahkan Skull. Ataukah Skull yg berhasil mengalahkan mereka.
Apa yg terjadi pada chapter selanjutnya ?
Ikuti terus kisah Life Story Minggu depan...
Bersambung...